Ket.Foto : Uus Firman, Ketua Umum LSM JANUR Tasikmalaya
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Ketua Umum LSM Jaringan Nurani Rakyat (JANUR) meminta aparat Polresta Tasikmalaya untuk bekerja serius dan profesional dalam mengungkap Kasus Dugaan perampokan Uang Dana Hibah milik BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya yang terjadi di halaman Parkir RM. DS di Jl Letnan Harun, Indihiang Kota Tasikmalaya (samping Mako Polresta Tasikmalaya), pada Rabu (7/12/2022) lalu.
Ketua Umum LSM JANUR, Uus Firman mengaku prihatin dengan kejadian dugaan perampokan uang bantuan dana hibah sebesar Rp 700 juta milik BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya yang disimpan dalam mobil, dan hanya menyisakan Rp 220 juta yang terpisah dengan uang yang raib tadi.
“Raibnya uang bantuan dana hibah saya minta baik dari pihak BKPRMI mauiun pihak Polresta untuk menjelaskan kepada publik dengan sejelas jelasnya, jangan sampai ada kesan yang ditutup tutupi, apalagi kejadian TKP nya sangat mencolok diparkiran Rumah Makan yang letaknya sangat berdampingan dengan Markas Komando (Mako) Polresta Tasikmalaya,” kata Uus kepada Koran Sinar Pagi, Rabu (21/12/2022) pagi tadi.
Selain itu juga, JANUR pun berharap jika pihak kepolisian pun dapat mengungkap serta menelusuri uang dana bantuan hibah yang raib tadi, aliran dana bantuan tersebut bersumber dari bantuan APBD Propinsi, Kabupaten atau ada bantuan dari pihak lain. Soalnya, masih kata Uus hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya terkait sumber dana bantuan hibah tadi.
Dari informasi yang berhasil diserap Koran Sinar Pagi mengatakan, jika pihak DPW BKPRMI Jawa Barat mengakui, DPD BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan dana hibah sebesar Rp 920 juta, pihak DPW BKPRMI Jabar baru tahu setelah ada kabar berita dari media ini terkait uang dana hibah yang diterima DPD BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya raib diduga dirampok disalah satu rumah makan disamping Mako Polresta Tasikmalaya.
“Kabar tentang raibnya uang dana hibah milik BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, kami baru tahu setelah membaca berita dari media ini, apalagi sampai raib yang katanya di rampok di Tasik. Bahkan pihak DPW Jabar sendiri baru tahu jika BKPRMI Kab Tasik menerima bantuan dana hibah 920 juta. Biasanya pihak DPW setiap ada permohonan dari DPD untuk permohonan bantuan selalu memberikan rekomendasi, inimah sama sekali tidak ada laporan sama sekali. Jadi pihak DPW Jabar tidak ikut bertanggung jawab atas raibnya uang bantuan hibah tadi, karena tidak ada pengawasan melekat terkait bantuan dana hibah yang diterima DPD BKPRMI Kab Tasik,” ujar salah satu pengurus DPW BKPRMI Jabar yang enggan disebutkan nama dan jabatannya kepada koran Sinar Pagi, Selasa (20/12/2022) kemarin.
Kasus raibnya uang bantuan dana hibah milik DPD BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, juga mendapat sorotan tajam dari Forum Pemerhati Kebijakan-Publik (FPK-P) Tasikmalaya.
Melalui Juru bicara FPK-P, Asep Budi Parjaman mengatakan, raibnya uang dana hibah yang diduga dirampok itu, jelas ini salah bukti kecerobohan serta kelalaian pihak pengurus BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya.
“Uang bantuan dana Hibah yang raib katanya dirampok diparkiran rumah makan di Tasik, itu bukan uang sedikit loh. Itu Uang milik umat yang nilainya cukup besar 920 juta. Biasanya setiap bantuan dari provinsi apalagi dana hibah, selalu melalui rekening bank, jadi aman. Inimah uang cash dibawa bawa kedalam mobil, disimpan diparkiran tidak ditenteng kedalam rumah makan saat para pengurus masuk kedalam rumah makan. Ini ceroboh dan gegabah,” ujar Asep Budi.
Dari kejadian tersebut, wajar jika publik berasumsi lain dan negatif. Apakah betul uang dana hibah yang raib itu dirampok, atau ada indikasi dan unsur lain. Soalnya kejadian ini berlangsung TKP nya di parkiran rumah makan yang jaraknya tidak jauh dari Markas Komando Polresta Tasikmalaya, tambah Asep kepada wartawan.
Bahkan Asep Budi sependapat dengan Ketua JANUR dimana selain polisi mengungkap raibnya dana hibah yang dirampok, pihak kepolisian dapat menelusuri aliran dana hibah yang raib ini bersumber dari bantuan siapa.
Soalnya sampai saat ini, masih simpang siur, dana bantuan hibah 920 juta yang diterima BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya itu berasal dan bersumber dari mana. Tidak sedikit dari anggota BKPRMI Tasikmalaya yang bertanya kepada kami, dana bantuan hibah yang raib itu, peruntukannya untuk apa dan dari dari mana anggaran bantuan itu cair, pungkas Asep.
