Pewarta : Abdul Razik
Koran Sinar Pagi, Kab. Bogor,- Warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan jalan rusak yang sudah 20 tahun lebih tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat.
Untuk meluapkan kekecewaannya itu, mereka pun menanam pohon Pakis dengan nama latinnya “Polypodiophyta” itu persis ditengah jalan rusak tersebut.
“Ini sebagai bentuk luapan protes kami kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dengan cara menanam pohon pakis persis di tengah jalan raya yang rusak ini,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat, H. Usep kepada Koran Sinar Pagi, Sabtu (13/1/2023).
Lanjut dia, buruknya infrastruktur jalan tersebut, telah menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat setempat baik dibidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
“Agar keterpurukan warga tidak berkepanjangan, kami mendesak komitmen pemerintah daerah terkait realisasi perbaikan jalan ini,” tandasnya.
“Sebab untuk pertumbuhan ekonomi warga bangkit, salah satunya adalah terciptanya akses infrastruktur jalan yang memadai,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia pun menceritakan tentang sepengal kisah Desa Malasari yang sangat berpengaruh dalam sejarah berdirinya pusat pemerintahan pertama Kabupaten Bogor. Dimana, Ipik Gandamana adalah Gubernur Jawa Barat ke-6 itu didaulat menjadi Bupati Bogor yang pertama.
“Dan pada saat itu, beliau menjalankan roda pemerintahannya tepatnya di Desa Malasari ini. Kemudian hingga saat ini dibagian depan rumah Bupati tersebut terdapat satu unit kendaraan lapis baja sebagai simbol perlawanan rakyat setempat terhadap sistem pemerintahan Belanda kala itu,” paparnya.
Sementara ditempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg, Punti saat dikonfimasi media ini di kantornya, sedang tidak ada di tempat.













