Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
PGRI organisasi profesi guru yang terhormat. Tokoh besar sekaliber Bapak Basyuni, Bapak Surya dan Bapak Sulistiyo sangat baik dalam memimpin PGRI. Jasa dan prestasi ketiganya abadi di organisasi PGRI.
Waspada jangan sampai kita tak sadar PGRI dikelola gaya kepemimpinan ibu-ibu arisan. Diksi “man teman, hai teman-teman” mirip ibu-ibu arisan tak cocok diterapkan di PGRI. Waspada dengan pola ibu-ibu arisan.
Bawaan ibu-ibu arisan itu kadang membicarakan A B C D, bukan mendiskusikan inovasi organisasi. Ibu-ibu arisan itu fokusnya pada gossip dan uang arisan. Siapa yang dapat arisan hari ini? Membicarakan belanjaan, suami dan sepatu baru, gaya ibu-ibu arisan.
Resonansi ibu-ibu arisan jangan ada di gaya kepemimpinan PGRI. Gaya kepemimpinan yang baik setidaknya mengacu dan meniru Bapak Basyuni, Bapak Surya dan Sulistiyo. Organisasi dikelola dengan “gaya laki”, rasional dan opsional.
Rasional dan opsional, jauh dari kontroversi gaya ibu-ibu arisan. Bahkan jangan sampai Kemdikbud Ristek dianggap “lawan arisan” sehingga sulit akur dan tidak kolaboratif. Padahal guru anggota PGRI di semua daerah menginginkan PGRI harmoni dengan Kemdikbud Ristek.
PGRI di pusat harus harmoni dengan Mendikbud Ristek, di daerah harus harmoni dengan para Kadisdik. Jangan ada lagi kisah tolak POP, PSP, CGP dan RUU ASN. Kecuali RUU ARISAN, he. PGRI organisasi terhormat jangan berkelas ibu-ibu arisan. Man teman, ayo arisan. Eh, ayo dukung perubahan PGRI.











