Pewarta : Jeky EPSA
Koran Sinar Pagi, Sumedang,- Dalam upaya melestarikan budaya juga sebagai penarik wisata bagi Kota Sumedang maka salah satu upaya dari Keraton Sumedang Larang, Gedung Negara yang berada di pusat kota sejak tahun 2019 mulai ditampilkan dengan Prajurit Kerajaan.
” Prajurit itu merupakan prajurit kerajaan waktu Pangeran Sugih atau Pangeran Surya Kusumah Adinata yang manggung diantara tahun 1836 – 1882″, ujar Panglima Wirayudha Keraton Sumedang Larang, Andi Lesmana, saat ditemui di Gedung Srimanganti, Selasa, ( 14/2/23).
Kenapa warna seragam nya demikian, tambah nya, karena memang itu merupakan seragam khas sesuai aslinya saat dimasa Pangeran Sugih.
” Peninggalan asli seragam itu tesimpan di musium keraton dan kami mencontoh dari aslinya yang persis seperti itu”, ucap nya.
Pada masa Pangeran Sugih ada tiga macam prajurit, pertama Prajurit Panurung yang megang tumbak, Prajurit Pamanah yang pegang panah, dan Prajurit Pamarang yang megang senjata golok.
” Alsaan kenapa cuma Panurung yang ditampilkan, karena Pasukan itu yang histori sejarah nya terlacak dan ada peninggalannya di Musium keraton”, ucap nya.
Sementara yang dua lagi, hingga saat ini belum terlacak, dan kami tidak mau berandai – andai dengan menciptakan sembarangan.
” Ini sejarah asli Sumedang, jadi bila akan mereplika harus sesuai dengan yang aslinya”, ucap nya.
Dikatakan Andi, kini ada sembilan orang Prajurit Panurung dan ke sembilan orang itu di rolling dengan waktu yang sudah ditentukan.
Tampilan prajurit ini tujuanya selain melestarikan budaya juga untuk mempercantik Gedung Negara sebagai simbol gedung kebanggaan warga Sumedang yang erat kaitanya dengan sejarah leluhur Sumedang, ungkap Andi.
” Selain itu diharapkan juga sebagai magnet penarik wisatawan yang datang ke Sumedang, disamping juga ada Gedung Srimanganti dan juga Musium Prabu Gesan ulun yang lokasinya sangat berdekatan”, pungkas nya.
