Keluhan Para Petani

0
182

Oleh : Susi Trisnawati (Ibu rumah tangga)

Sejumlah orang yang mengaku sebagai perwakilan petani dari wilayah kecamatan PasirJambu Ciwidey dan RancaBali ( Pacira ) kabupaten Bandung mendatangi kantor Dinas pertanian setempat, (Dejurnal.com Bandung, Selasa, 31/ 01/2023 ) .

Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan mengadukan nasib para petani yang merasa kurang di perhatikan.

Hingga kini permasalahan itu terus ada , seperti permainan harga hasil panen ,yang pasalnya petani menilai biaya tanam yang tinggi dan hasil panen yang di dapat terlalu rendah ,sehingga membuat petani rugi.Mereka juga meminta ada perlindungan dari pemerintah dalam hal ini sehingga ada kepastian hasil panen tani bisa menguntungkan para petani .

Ada juga kendala perihal pupuk masih jadi permasalan yang cukup membuat para petani kita bersedih,karena masih banyak sebagian nasib petani kita yang kurang di perhatikan dengan maksimal .Seperti yang menerima bantuan pupuk hanya petani yang memegang Kartu Petani Mandiri .

Subsidi pupuk yang harganya cukup mahal, kadang di musim tanam justru terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi disaat para petani sangat membutuhkan.Subsidi untuk petani sebesar Rp 20 Miliar hanya petani – petani tertentu yang menerima bantuan tersebut.

Disisi lain petani yang mendapatkan bantuan culvivator untuk membajak tanah ,maka tidak dapat nenerima bantuan pupuk.

Petani juga mengeluhkan soal pemasaran produk, meminta pendampingan dari pemerintah agar produk yang di jual laku dipasaran dengan harga yang stabil.Sebagian petani keluhkan produk nya ketika musim tanam banyak mengeluarkan biaya yg cukup mahal namun ketika musim panen harga produk turun drastis , membuat para petani kecewa, dan sebagai bentuk kekecewaan para petani banyak yang membuang percuma hasil panen atau di bagikan secara gratia kepada warga .

Dalam sistem sekarang ini berbagai keluhan seperti yang di alami oleh nasib petani kita tentu sudah tidak aneh ,karena asas yang di anut adalah sekularisme pemisahan agama dari kehidupan, dan mengusung mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperdulikan halal haram,tidak memperdulikan gimana nasib yang lain ,yang ada hanya mencari keuntungan sebesar- besarnya , bantuan yang di terima pun terkadang tak merata atau salah sasaran.

Ketika islam diterapkan dimana menjadi rahmat bagi seluruh alam,semua para petani akan di perhatikan , bantuan pun akan tersalurkan dengan merata tanpa persyaratan apapun ,seluruh kebutuhan dan perlindungan akan terpenuhi mulai dari pemasaran , bantuan pupuk, harga produk hasil panen dipasaran pun pasti diperhatikan sehingga para petani kita pun tidak rugi, tidak akan ada kelangkaan barang atau kenaikan semua akan stabil ,petani pun bahagia dan bersemangat untuk bertani sehingga menghasilkan kwalitas produk yang terbaik .

Apalagi bidang pertanian adalah bagian terpenting untuk ketahanan pangan semuanya harus tetap stabil dan terjamin stok produk harus selalu ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Dalam islam upaya dalam mengurus urusan umat berlandaskan ketakutan kepada Allah SWT, sehingga segala permasalan akan mengambil solusi dari Alqur’an, Assunah yang sudah jelas di buat untuk mengatur hidup seluruh mahluq dari Sang Pencipta Alam semesta. Para pemimpin, mengurus urusan umat sangat takut ketika salah urus karena resikonya nanti di akhirat akan di minta pertanggung jawaban atas kinerja yang mereka lakukan untuk mengurus umat ,baik dan buruknya semua akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Wallahu ‘Alam.