Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Matching Fund yang merupakan bagian bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Mitra. Berupa Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka yang diberi nama Kedaireka atau dapat diartikan sebagai Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta. Melalui program itu, Kementerian ingin membangun suatu platform kerja sama antar perguruan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta pihak-pihak terkait.
Dr. Ir. Rosad M.Pd, M.T, IPU, ASEAN Eng, Dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Rekayasa Industri di Telkom University menjelaskan selama 4 hari kerja Dosen bersama mahasiswanya melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program Matching Fund Kedaireka atau Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka Cipta. “Industri Kecil Menengah atau IKM sebagai aktivitas produksi berbagai jenis barang yang digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari yang ada di Kabupaten Bandung menjadi terget penerima bantuan mesin untuk meningkatkan produktifitas. Totalnya ada 6 IKM yang terpilih, setelah diseleksi bersama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bandung,” jelasnya kepada media cetak dan online saat rapat bersama mahasiswanya. (19/2/2023)
Bantuan yang dibagikan tersebut ialah mesin pembuat pupuk dari kotoran hewan ternak, mesin Three In One Pengolahan Susu Sapi, mesin pengolahan gula semut, mesin pengolahan jahe, mesin pengupas dan pemotong kentang, mesin label hingga pengemasan untuk peningkatan proses produksi coklat dan Kicimpring. Semua mesin bantuannya disebar ke desa Alamendah, Cipelah Rancabali, desa Pulosari, Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, di Nataendah desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu dan desa di Kecamatan Cimenyan wilayah Kabupaten Bandung.

Pada rangkaian acara itu, hadir sebagai tamu kehormatan atau narasumber, Ahli Teknik Kimia/Farmasi, Rustan Tarliana untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya produk makanan berkualitas dan potensi pemasarannya.
Menurutnya sudah semestinya setiap produk terstandarisasikan melalui treatment yang menentukan kualitas. Mulai dari bahan baku hingga bahan jadi produknya. Hal itu untuk menarik atau memberikan kepuasan kepada konsumen yang ditargetkan, baik untuk skala lokal, nasional atau intenasional. Selain itu hasil produk juga diupayakan agar mampu bertahan lebih lama, memiliki banyak rasa dan tampilan yang beragam agar konsumen memiliki berbagai pilihan ,”jelasnya saat inteaktif bersama masyarakat di kantor koperasi Rahayu Tani Wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung didampingi Edwin guru SMKN 8 Kota Bandung (19/2/2023)

Rustan Tarliana juga mengingatkan bahwa produk makanan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas. Karena pada dasarnya pola makan akan mempengaruhi gaya hidup. “Khusus kepada para mahasiswa saya berharap dan mengajak, mari kita sama-sama membangun pola pikir kemandrian berbasis pemberdayaan dari potensi yang ada. Terus semangat belajar, jangan pantang menyerah, tetap menjaga kesehatan badan dengan makanan yang cukup kandungan gizinya dan olahraga rutin untuk kebugaran jasmaninya. Karena kalau mudah sakit dan lemah tubuhnya, maka kita akan kekurangan energi untuk meraih cita-cita yang diharapakan di masa depan,”tegasnya

Faisal Darma Putra Mahasiswa Teknik Elektro semester 6 Telkom University menjelaskan bantuan mesin yang diberikan kepada IKM sudah didesain berbasis Internet of Thing (IoT). Mesin yang sudah dilengkapi fungsi objek atau benda yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan internet untuk memudahkan mengetahui tentang kinerja atau produktifitas mesin berbasis data pemakaian.
Setelah mengikuti berbagai kegiatan bersama masyarakat. Brandon Dwinata Tjiandra, Mahasiswa Teknik Industri semester 8 Fakultas Rekayasa Industri Telkom University mengungkapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa yang terbiasa hidup di perkotaan yang cenderung panas dan gersang, sekarang mengetahui atau memiliki pengalaman menjalani kehidupan bersama warga di perdesaan dengan suasana yang dingin, asri dan sejuk. “Selama berhari-hari menjalankan tugas pengabdian masyarakat dengan bimbingan dari dosen. Kami dapat berbagi ilmu atau mempraktekannya bersama masyarakat desa. Proses itu merupakan kesempatan terbaik, karena tidak semua mahasiswa dipilih atau diajak kegiatan ini,”ungkapnya
Siwi Lintang Pertiwi Teknik Industri Mahasiswa Teknik Industri semester 8 Fakultas Rekayasa Industri Telkom University menyampaikan melalui program Matching Fund Kedaireka, program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan di dalam dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar. “Sehingga Mahasiswa memperoleh pengalaman baru yang tidak dirasakan di lingkungan kampus. Misalnya saat bertemu langsung dengan Bupati Bandung atau masyarakat yang menyambut dan bergembira menerima bantuan mesinnya, karena dapat dimanfaatkan atau dipakai langsung oleh mereka untuk penunjang kegiatan industrinya,” ucapnya
Sedangkan Faizal Ghiffary Pua Note Mahasiwa sistem informasi semester 8 Telkom University, menyatakan dengan adanya program kepedulian atau pengabdian dari perguruan tinggi dan Kementrian Pendidikan. “Kami dapat bersama-sama saling membantu, khususnya kepada masyarakat yang mengelola industry kecil menengah. Selain itu ada interaksi positif antar mahasiswa dari berbagai jurusan saat menjalankan tugasnya masing-masing, ketika berhadapan langsung dengan masyarakat,”katanya

H. Yani, tokoh masyarakat dan bendahara koperasi Rahayu Tani Wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung hadir pada penutupan kegiatan tersebut. Pihaknya mewakili warga desa mengucapkan terimakasih kepada perguruan tinggi atau pemerintah yang telah peduli kepada masyarakat di desa dengan memberikan bantuan mesin untuk pengolahan bahan baku hasil pertaniannya.
https://www.koransinarpagijuara.com/2023/02/07/dpmd-jabar-sosialisasikan-bantuan-rp-130-juta-bantuan-kompetitif-rp-50-miliar-di-2024/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/26/kenikmatan-memiliki-teman-yang-shalih/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/














