Pewarta : Ida
Kota Bandung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali membuka Alun-alun Bandung setelah kawasan tersebut ditutup untuk evaluasi dan perbaikan sejumlah fasilitas sejak awal 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan pembukaan kembali Alun-alun Bandung dalam rangkaian Pesta Rakyat HUT ke – 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Farhan mengatakan, penutupan sebelumnya dilakukan sebagai respons terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas di kawasan tersebut. Setelah melalui proses evaluasi dan perbaikan sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, Alun-alun Bandung dinilai kembali siap digunakan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali alun-alun yang sejak Januari yang lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap,” ujar Farhan.
Namun, pembukaan kembali tersebut disertai sejumlah aturan. Pemkot Bandung meminta pengelolaan kawasan dilakukan secara konsisten agar kebersihan, keamanan, dan fasilitas ruang publik tetap terjaga.
Farhan meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) bersama Kelurahan Balonggede membentuk tim khusus yang bertugas menjaga kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan ruang publik secara tertib.
“Pesannya kepada Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta kepada Lurah Balonggede agar membentuk sebuah tim yang memang tugasnya melakukan pembersihan-pembersihan sambil kita mengedukasi masyarakat tentang menjaga alun-alun ini,” katanya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, akses masuk ke kawasan taman juga dibatasi. Pemkot Bandung hanya membuka satu pintu masuk yang pengaturannya akan dilakukan secara teknis oleh DPKP dan pihak kelurahan.
“Pintu yang dibuka cuma satu. Itu nanti diatur secara teknis oleh DPKP dan oleh kelurahan. Demi keamanan dan ketertiban,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung juga menegaskan larangan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di dalam area taman.
“PKL tidak boleh masuk ke dalam taman. Jelas, pasti,” tegasnya.
Meski sejumlah aturan diberlakukan, masyarakat tetap dipersilakan memanfaatkan Alun-alun Bandung sebagai ruang terbuka publik untuk berkumpul, bermain, berolahraga, maupun melakukan aktivitas bersama keluarga dan komunitas.
Farhan menyebut keberadaan Alun-alun Bandung merupakan bagian dari warisan ruang publik Kota Bandung yang harus dimanfaatkan sekaligus dijaga bersama.
“Untuk masyarakat silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini yang merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung untuk betul-betul dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bersama-sama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menikmati kawasan tersebut tanpa mengabaikan aturan yang telah ditetapkan.
“Bade ameng, bade botram, bade piknik mangga, tapi tetap ikuti peraturan,” tuturnya.
Farhan berharap Alun-alun Bandung dapat menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat secara gratis.
“Kita ingin taman ini menjadi taman yang akan selalu membuat seluruh warga Bandung bahagia dan gratis,” ucapnya.
Meski kembali dibuka, masyarakat belum dapat mengakses kawasan Alun-alun Bandung selama 24 jam. Pemkot menetapkan jam operasional taman mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Farhan menjelaskan, keputusan menutup kawasan sebelumnya diambil setelah berbagai keluhan masyarakat belum seluruhnya terselesaikan.
“Kenapa kemarin waktu itu ditutup? Karena dari Desember sama Januari banyak keluhan belum beres, maka saya tutup dulu, perbaiki,” jelasnya.
Pemkot Bandung berharap setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap, Alun-alun Bandung dapat terus dibuka secara permanen. Namun, keberlanjutan pembukaan tetap bergantung pada kondisi fasilitas dan tidak munculnya persoalan baru.
“Kalau memang mudah-mudahan tidak ada lagi yang perlu diperbaiki maka kita akan permanen terus dibuka. Tapi jam 8 sampai jam 4 sore,” pungkas Farhan.













