Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Entitas Dewan Pembina PGRI)
Saat bertemu dengan tokoh senior PGRI Jawa Timur, Edy Suyatno, Saya berbincang terkait banyak hal. Dari sejumlah hal ada satu sesi membahas tokoh Ketua PGRI Jawa Timur, yakni Teguh Sumarno. Ia adalah aktivis PGRI dan la berpengalaman mengurus PGRI di daerah.
Satu pengalaman yang cukup menarik apa yang dilakukan Teguh Sumarno sebagai Ketua PGRI Jawa Timur adalah kemampuan diplomasi. Diplomasi Teguh Sumarno terbukti efektif menjadikan penyelesaian status tanah PGRI Provinsi Jawa Timur dan Wisma Guru (Gedung Guru Indonesia).
Kepemimpinan dan diplomasi Teguh Sumarno dengan birokrasi Pemerintah Gubernur Jawa Timur efektif. Sebelumnya puluhan tahun, “kasus” status tanah PGRI Provinsi Jawa Timur tidak kunjung selesai. Berpuluh tahun tak selesai.
Berkat kepiawaian, diplomasi seorang Teguh Sumarno status tanah PGRI Provinsi Jawa Timur dalam waktu yang sangat singkat selesai didapatkan. Sosok yang low profile, jauh dari otoriter dan kontroversi, Teguh Sumarno selalu santuy namun hasilnya cepat terbukti.
Sisi lain sosok Teguh Sumarno yang berawal karir sebagai guru SD, persis seperti Prof. Surya dan Dr. Sulistiyo, adalah pribadi dermawan dan penolong. Sejumlah mahasiswa S2 dan S1 banyak yang diberi beasiswa. Ia memberi beasiswa pada sejumlah mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Tiga anak biologisnya sudah selesai sebagai dokter dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Maka tidak heran hidupnya “sudah selesai”, Ia cenderung hanya ingin banyak membantu orang yang membutuhkannya.
Ia pun selain menjadi Ketua PGRI Jawa Timur adalah pemimpin dalam entittas jamaah haji Indonesia dan PBSI. Ia pun penceramah dalam sejumlah pengajian. Sungguh tokoh-tokoh yang sudah “selesai dengan urusan dirinya” sangat baik untuk memberi manfaat pada jenjang yang lebih tinggi.











