Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Kehadiran bulan Ramadhan dan Syawal menjadi waktu yang dirindukan kedatangannya oleh umat islam. Bahkan ada do’a yang dibacakan secara khusus dan masyhur untuk menyambutnya.
أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان
Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhana.
Artinya, “Ya Allah, berkahilah umur kami dibulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.”
KH. Uman Syahruman Hs. MLi, Ketua I DPW BKPRMI Provinsi Jawa Barat, Pimpinan Yayasan pendidikan pesantren Al-qur’an Darus Salam menjelaskan do’a tersebut menjadi doa yang rutin dipanjatkan oleh umat islam di bulan rojab dan syaban. Sebagai harapan dan ungkapan rasa gembira menyambut Ramadhan. Karena umat islam mengetahui, bahwa di bulan Ramadhan itu ada keistimewaannya. Mulai dari sebagai bulan diturunkannya Al-quran. Dibukanya pintu Surga dan ditutupnya pintu Neraka, adanya Lailatul Qadar, bulan penuh berkah dan ampunan. Ujung dari do’anya ialah Waghfirlanaa dzunuubanaa, ampunilah dosa kami, Wahasil Maqosidana, kabulkanlah segala keinginan atau sampaikanlah maksud kami,”jelasnya
Menurutnya amalan yang sering dirutinkan oleh umat islam untuk mengisi atau memuliakan bulan Ramadhan ialah tadarus Qur’an harian dengan target minimal hatam selama satu bulan. Maka jika nanti ada jam’ah atau santri yang hatam quran, sebaiknya meminta dido’akan oleh guru atau ulama yang ada di wilayahnya dan senantiasa menjadi pembimbingnya, agar hafalan atau amalannya dapat menjadi katagori anak yang sholeh dan membawa berkah di Dunia dan Akhirat bagi dirinya dan orang tuanya, ucapnya saat wawancara khusus bersama media Galura Pikiran Rakayat Group dan Koran Sinar Pagi di pesantren Al-qur’an Darus Salam, Kampung Dzikir Munajat, majlis ta’lim dan Sholawat di Citamiang Kidul Cangkuang Kulon, Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung.
KH. Uman Syahruman yang menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Dayeuhkolot dan Rois Suriah NU MWC Kecamatan Dayeuh Kolot juga menyampaikan perihal kegiatan di lingkungannya khusus di Masjid Darus Salam. “Nanti ada agenda yang sudah dirutinkan di bulan Ramadhan yaitu mengundang ulama, ustadz atau Mubaligh/penceramah dari berbagai wilayah untuk mengisi ceramah subuh dan khusus malam-malam ganjilnya ada itikaf. Sedangkan untuk bulan syawal masjid juga tetap melaksanakan buka bersama puasa sunah selama 6 hari di awal bulan syawal setelah momen silahturahmi Idul Fitri yang pahalanya sama dengan puasa selama 1 tahun. Amalan lanjutan setelah Ramadhan berakhir itu, sebagai upaya menghindari godaan saitan melalui godaan syahwat dan menghambur-hamburkan harta di awal bulan Syawal yang cenderung dianggap hal biasa atau rutinitas tahunan oleh masyarakat Indonesia.














