Ragam

Wisata Sejarah, Monumen Lingga di Alun – Alun Sumedang Ternyata Erat Kaitanya Dengan Pangeran Mekah

adminsigiku.com
×

Wisata Sejarah, Monumen Lingga di Alun – Alun Sumedang Ternyata Erat Kaitanya Dengan Pangeran Mekah

Sebarkan artikel ini

Perwarta : Jeky EPSA

Kabupaten Sumedang – Bangunan Lingga yang berada di tengah alun – alun Kabupaten Sumedang yang berada di pusat Kota Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun, Kelurahan Regol Wetan, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ternyata mempunyai sejarah tersendiri dan tak ada hubunganya dengan pekik perjuangan para pahlawan kemerdekaan R.I karena Lingga dibangun jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) terbentuk.

Diketahui NKRI resmi terbentuk sejak tahun 1945 sementara bangunan Lingga sudah ada jauh sebelum itu saat Nusantara masih dukuasai Hindia Belanda.

Dari sumber yang dikumpulkan bangunan Lingga dibangun oleh para tokoh di zaman Hindia Belanda dan diresmikan pada 25 April 1921 saat Hindia Belanda diperintah oleh Gubernur Jendral Dr. Dirk Fock.

Adapun tujuan dibangun Lingga yaitu untuk mengenang jasa Bupati Sumedang  Pangeran Soeria Atmadja yang dianggap berjasa pada saat itu. Kenyataan itu tertulis pada surat kabar Prenger Bode edisi Rabu, 10 Agustus 1922.

Pendirian Lingga diawali dari adanya orang – orang yang mencintai Pangeran Soeria Atmaja atas kepemimpinannya yang telah berhasil membangun Sumedang bahkan beliau terkenal seantero Pulau Jawa juga disegani oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda pada saat itu  Dirk Fock.

Setelah berkumpul orang – orang yang mencintai Pangeran Soeria Atmadja maka terbentuklah sebuah paguyuban dan kemudian menjelma menjadi Yayasan Pangeran atau nama Bahasa Belandanya Pengeran Stichting.

Pangeran Stichting atau Yayasan Pangeran mendapat dukungan dari Gubernur Jendral Hindia Belanda kala itu karena sosok Pangeran Soeria Atmadja sangat dihormati diseluruh Jawa atas apa yang telah dikerjakannya selain itu citra sosoknyapun dikenal sangat baik dimata Gubernur Jendral Dick Fork.

Sosok Pangeran Soeria Atmadja merupakan Bupati Sumedang terakhir yang bergelar pangeran yang menjadi bupati dari 31 Januari 1883 hingga 5 Mei 1919. Selain itu dia juga dikenal dengan sebutan Pangeran Mekah yang diketahui meninggal di Mekah pada 1 Juni 1921 seusai dia pensiun dari  Bupati Sumedang.

Dikatakan, sepeninggalnya atau 11 (sebelas) bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 25 April 1922 orang – orang berkumpul di alaun – alun Sumedang untuk mengingat jasa – jasa nya dengan meresmikan sebuah monumen yang diberi nama Monumen Lingga.

Menulusuri sejarah Pangeran Soeria Atmadja atau Pangeran Mekah  memang menarik untuk disimak karena beliau merupakan satu – satu nya Pangeran dari tanah jawa yang kuburanya  berada disamping Siti Khodijah isteri Nabi Muhammad Solallohu Alaihi Wassalam.

Seperti diungkapkan pihak keraton Sumedang Larang dan juga Ketua Yayasan Nazir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS), Radya Anom Rd. Luky Soemawilaga saat ditemui koransinarpagijuara.com beberapa waktu lalu di Kantor YNWPS.

Lucky mengiyakan bila kuburan Pangeran Mekah berada di samping makam Siti Khodijah.

“Betul memang makam Pangeran Soeria Atmadja atau yang kita kenal dengan sebutan Pangeran Mekah berada disamping makam Siti Khodijah”, ungkap nya di Kantor YNWPS, Senin ( 6/ 3/23).

Saya, terus dia, sudah berkunjung dan melihat langsung kuburan Pangeran Soeria Atmadja atau  Pangeran Mekah bila makamnya berada disamping Makam Siti Khodijah isteri Nabi Muhammad Solallohu Alaihi Wassalam.

“Saat itu saya berkunjung sekalian melaksanakan ibadah Umroh”, pungkas Luky.