Sakliressy Berharap, Negeri Batu Merah Bebas Stunting dan TBC

0
196

Pewarta : Roy P

Kota Ambon – Kegiatan Launching Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri Negeri Batu Merah, Kec.Sirimau, Kota Ambon yang di gelar oleh Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Murad, turut dihadiri Pj. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Pj. Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, PJ Negeri Batu Merah, Diana Sakliressy, Widya Murad selaku Ketua TP-PKK Provinsi Maluku dan sejumlah Forkopimda, baik Pemda Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, Rabu (10/05/2023).

Dalam kegiatan tersebut menurut Bodewin Wattimena selaku Pj. Wali Kota Ambon saat menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa TBC masih merupakan cambuk ancaman kesehatan serius bagi warga Negara Indonesia, lebih Kusus di Maluku bahkan Negeri Batu Merah, tutur Wattimena.

Lanjutnya, berdasarkan data WHO bahwa Indonesia menduduki urutan ke-2 dengan angka kasus 9,2/1000, maka pemerintah Indonesia menyatakan sikapnya dalam upaya pemberantasan TBC di Indonesia.

Wattimena juga mengatakan, Badan Penanggulangan TBC Kota Ambon menunjukan, TBC di kota Ambon ini cenderung meningkat.

Lebih lanjut Wattimena juga menjelaskan, pada tahun 2020 jumlah kasus TBC di Provinsi Maluku sebanyak 716 penderita, sementara pada tahun 2021 meningkat menjadi 961 penderita sedangkan masuk tahun 2022 naik lagi menjadi 1.296 penderita.

Dikesempatan yang sama Pj Negeri Batu Merah, Diana Sakliressy sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Balai Kesehatan Provinsi Maluku tersebut.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Negeri Batu Merah ini negeri dengan jumlah penduduk terbanyak, otomatis juga punya permasalahan sangat banyak termasuk untuk angka TB dan stunting dengan angka yang cukup tinggi,” ucapnya.

Untuk tahun 2023 sampai Bulan Mei ini, lanjutnya, sudah mencapai 66 penderita dan kemungkinan sampai bulan Desember akan bertambah banyak.

“Dengan di launchingnya kegiatan ini oleh Duta Parenting Provinsi Maluku, berarti sudah ada MOU yang ditandatangani dengan Walikota Ambon, otomatis selaku pemerintahan yang dibawahi, Negeri Batu Merah sudah siap untuk mendukung dan menjadi negeri yang benar-benar perduli terhadap TBC dan stunting,” ujarnya.

Lanjut Sakliressy bahwa untuk tahun 2022 jumlah stunting di negeri batu merah total 48 penderita dan hal ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 28 penderita,hal ini bukan karena kader bukan tidak aktif, tetapi karena beberapa yang kami dapati itu memang dari luar yang kebetulan mereka berdomisili di negeri batu merah otomatis itu menambah angka baik stunting di desa kami,

“Saya sebagai Pj negeri batu merah beserta kader kader sudah mengambil langkah langkah untuk melihat kasus stunting tersebut,kami punya APBD sudah kita anggarkan untuk kegiatan intervensi langsung kepada para penderita stunting, dengan pemberian tambahan asupan nutrisi makanan, dan juga APBD kami juga pergunakan untuk perbaikan sanitasi, perumahan yang kita lakukan nanti untuk intervensi langsung ke penderita stunting,” ungkapnya.

“Harapan kami yang pasti supaya negeri batu merah ini bebas dari penderita TBC dan stunting,” ucapnya.