Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)
Melihat surat pernyataan 9 tokoh pengurus PB PGRI, semakin menjelaskan bahwa Sang Pemimpin (Unifah Rosyidi) benar benar sangat bermasalah.
Sekjen PB PGRI, dua Ketua PB PGRI dan enam tokoh terbaik PB PGRI membuat pernyataan terkait kepemimpinan Unifah Rosyidi yang memang sangat bermasalah sesuai mosi tidak percaya 18 perwakilan PGRI provinsi dan kokab yang dideklarasikan sebelumnya.
Pengurus PB PGRI yang memberikan pernyataan adalah orang terdekat, kesehariannya di PB PGRI. Mereka tahu persis bagaimana Unifah Rosyidi memimpin dengan menebar konflik.
Kebencian, hasut, asasinasi yang melahirkan konflik dijadikan Unifah Rosyidi sebagai kanal menguatkan kekuasaan. Ia berkuasa atas modal konflik. Konflik Leadership identik dengan dirinya.
Pemimpin yang mengayomi, berkebatinan guru dan ke Ibuan tidak ada pada dirinya. Pengurus PB PGRI, pengurus PGRI provinsi dan pengurus PGRI kokab, banyak yang tersakiti oleh gaya kepemimpinan Unifah Rosyidi.
Seorang Ketua PGRI provinsi menelepon Saya, Ia mengatakan, *”Unifah menjadi Ketua Umum PB PGRI dengan gaya menebar kebencian”*. Sejumlah Ketua PGRI provinsi sangat kecewa dengan gaya kepemimpinan Unifah Rosyidi.
Dokumen pernyataan 9 tokoh PB PGRI dan dokumen mosi tidak percaya pada Unifah Rosyidi, semakin menjelaskan gagalnya Unifah Rosyidi dalam memimpin PGRI. Konflik leadership sangat identik dengannya.
Selamat berjuang 9 tokoh PB PGRI bersama entitas Dewan Pembina PB PGRI. Selamatkan PGRI, selamatkan Gedung Guru, jangan dijadikan corong penebar konflik. Waspada pengurus daerah, jangan terprovokasi gaya konflik leadership.
Suharto saja yang otoriter mundur karena “mosi tidak percaya” dari rakyat Indonesia. Unifah Rosyidi akan dicintai dan dimaafkan bila segera mundur. Bila terus maju akan menebar konflik dan perpecahan.
Apakah Dia mencintai guru dan PGRI? Bila cinta, maka Ia akan mundur, demi guru dan PGRI. Bila tetap bertahan maka sama artinya Ia mau menghancurkan PGRI dan tak menghormati guru anggota yang bayar iuran di semua sekolahan.
