Oleh : Heni Ruslaeni (Ibu Rumah Tangga)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatan bencana kekeringan yang akan melanda Indonesia,dan ancaman kekeringan itu cukup panjang dan kemungkinan terjadi mulai bulan juni sampai akhir tahun 2023.Fenomena ini akan berdampak pada makin berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Bencana kekeringan bisa mengancam kelangsungan kehidupan,seperti dibidang pertanian,akan memicu terjadinya kebakaran hutan,krisis air bersih,hingga sejumlah penyakit yg kemungkinan muncul akibat perubahan cuaca ekstrem.
BMKG menghimbau masyarakat untuk memaksimalkan cadangan air dan menghemat penggunaan air,kelangkaan air juga akan sangat berpengaruh pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.Oleh karena itu pemerintah telah mengingatkan agar impor beras cepat dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan.
Ancaman bencana kekeringan ini disebabkan oleh dua fenomena yaitu El Nino dan naik turunnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang makin menguat.Selain disebabkan oleh faktor klimatologis juga dipengaruhi oleh perilaku manusia bumi, seperti pembabatan hutan yang begitu pesat yang berakibat meningkatnya suhu bumi. Belum lagi pertambangan hingga pembangunan kawasan ekonomi khusus,yang di bangun bukan untuk kepentingan masyarakat.
Penerapan sistem ekonomi kapitalisme dan sistem politik yang menyelisih islam (demokrasi) yang melegalkan liberalisasi sumber daya alam ini di bawah kendali negara,karena di sistem kapitalis ini negara hanya dijadikan regulator saja,penghubung antara penguasa dan pengusaha yang notabenya justru memudahkan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada pengusaha,termasuk konsesi hutan itu dilakukan demi melancarkan bisnis para pemilik modal.
Sungguh miris di saat yang sama justru negara abai kepada kepentingan rakyat ancaman kekeringan di depan mata,inilah gambaran negara yang terbentuk di bawah sistem kapitalisme demokrasi.
Hanya sistem Islam kaffahlah solusi segala permasalahan, yang mampu menyelamatkan manusia dan bumi dari segala bentuk kerusakan, di dalam Islam negara wajib untuk mengurus masyarakat dengan baik dan menjamin kesejahteraanya, membuat kebijakan hanya untuk kesejahteraan masyarakat.Negara akan menjaga, melestarikan, mengelola sumber daya air untuk disalurkan kemasyarakat secara keseluruhan agar dapat dinikmati kapanpun,dimanapun.
Islam punya solusi ketika menghadapi cuaca ekstrem,dengan terus melakukan kajian dan riset,membangun kesadaran masyarakat,mengembangkan budaya hemat air, membangun irigasiĀ irigasi, memberi bantuan menyeluruh kepada masyarakat untuk penghijauan, penanaman hutan, ladang, gunung, berupa benih,pupuk secara gratis dengan kwalitas yang baik, semua ini bisa terwujud dengan penerapan syari’ah Islam kaffah.
Wallahu’alam bish shawab.











