Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab.Bogor,-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang perhelatanya baru saja berlansung, di mana saat ini para peserta mualai aktif memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan tetapi; nampaknya moment PPDB yang rutin digelar pertahaunya selalu saja menimbulkan pro dan kontra di karnakan rentan akan penyimpangan.
Bagaimana tidak, berbagai macam modus overandi di sinyalir mereka mainkan, mulai dari sistem kolektifan hingga adanya koneksi terselung dengan orang dalem tumbuh subur seolah -olah tersamarkan dan menjalar, bagi mereka demi mengelabui publik sekaligus sebagai safety untuk meraup pundi – pundi atas lahirnya kebijakan tyang barang tentu sudah di tunggangi unsur kepentingan secara terselubung demi mendulang rupiah segala cara pun di lakukan.
Salah satunya terindikasi pada PPDB SMPN 1 Citeureup, berdasarkan hasil investigasi kami www.sigiku.com di lapangan di mana ada beberapa orang tua siswa dari peserta yang ikut dan terlibat lansung dalam perhelatan harus merogoh kocek dengan nilai yang sangat fantastis. ia pak, ini juga saya mau nganter sisanya kemaren kan baru kasud DP setengahnya dari nilai yang sudah di sepakati keduabelah pihak. bahkan lebih jauh para ortu siswa – siswi yang menjadi nara sumber KSP harus setor kepada orang dalem yang di maksud adalah oknum guru. tuturnya…! mungkin oknum di maksud merupakan kepanjangan tangan dari penanggung jawab dan pemangku kebijakan.
Berdasarkan hasil konfirmasi kami by phone dengan kasub-tu yang biasa di sapa H. ANWAR, ia berkilah “tidak tahu”, katanya, apa ia seorang tangan kanan dari Kepsek tidak mengetahui permainan rekrut peserta dalam PPDB? ataukah memang pura – pura tidak tau sebagai upaya mengalihkan fokus kami pewarta guna menguak carut – marut dugaan skandal gelap seputar PPDB di tubuh SMPN 1 Citereup, Kabupaten Bogor. Hingga berita ini kami publish, pihak SMPN 1 Citeureup masih bungkam.
ji

ji