Pewarta : Roy P
Kota Ambon – Pj. Walikota Ambon, Bodewin Watimena membuka kegiatan Workshop Kapasitas Tim Media Center yang digelar oleh Amex Institut, Senin (24/07/2023), di Hotel Manise, Kota Ambon.
Tmpak turut menghadiri kegiatan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, Ketua PWI Maluku, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persendian Kota Ambon serta sejumlah wartawan dari berbagai media.
Dalam kesempatan tersebut Pj.Walikota Ambon, Bodewin Watimena mengatakan, tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini semakin berat.
“Kita tidak hanya diperhadapkan dengan persoalan atau masalah yang terjadi secara internal dalam negara kesatuan Republik Indonesia ini, tetapi juga dihadapkan dengan tantangan eksternal termasuk kemajuan teknologi yang menuntut kita untuk berhati-hati agar tidak terbawa dengan berbagai hal negatif yang menjadi akses dari perkembangan teknologi informasi dunia.” ingatnya.
Disebutkan, Wattimena, jika jurnalis menggiring masyarakat dengan opini publik ke arah yang tidak baik maka kehancuran akan didapatkan.
“Sebaliknya dengan integritas yang baik, kapasitas yang mumpuni lalu teman-teman menjalankan profesi jurnalis ini secara baik maka dampaknya adalah membantu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat lain untuk tetap menjaga tegaknya NKRI dan juga memberikan penguatan-penguatan nilai tambah bagi masyarakat.” ungkap Wattimena.
Sementara Wakil Ketua Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro mengungkapkan, visi dan misi dewan pers. Menurutnya, Visi Misi Fewan Pers terbagi dalam 10 bagian yakni, Melakukan penguatan lembaga dewan pers, Meningkatkan kualitas sumberdaya pers, Memberdayakan organisasi pers, Meningkatkan efektivitas penggunaan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Selanjutnya, Melakukan pekerjaan atas UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, Memberdayakan jaringan ombudsman dan lembaga mediasi sengketa pemberitaan, Menumbuhkan masyarakat pers yang taat kode etik, Memperjuangkan kemerdekaan pers dalam hal hal konstitusional, Meningkatkan kesadaran melek media (leterasi media) pada masyarakat Mewujudkan jurnalisme keberagaman.
“Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampuri fakta opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.
