Oleh : Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)
Stunting kini menjadi kasus yang cukup banyak terjadi di kalangan balita maupun anak-anak.
Bagaimana tidak kasus stunting di Kab. Bandung saja kini mengalami peningkatan.
Stunting adalah sebuah kasus yang terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang, yang menyebabkan tinggi badan anak terhambat dan tidak sesuai dengan anak-anak seusianya.
Penyebabnya bisa karena berbagai faktor, diantaranya kurangnya nutrisi yang diterima oleh ibu saat menjalani proses kehamilan, kurangnya gizi yang diterima janin sejak dalam kandungan dan dalam waktu yang lama, serta tingkat stress dari ibu hamil yang tinggi sehingga mereka rentan mengalami gangguan tekanan darah atau hypertensi.
Untuk membahas masalah ini, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung telah melaksanakan Rembug Stunting pada tanggal 31 Juli 2023 Kemarin di Grand Sunshibe Soreang.
Dikatakan H. M. Dadang Supriatna selaku Bupati Bandung, bahwa penyelesaian kasus stunting tidaklah mudah. Butuh penanganan secara khusus untuk mempercepat penurunan stunting. Karena ini merupakan permasalahan dari hulu ke hilir sehingga tentu tidak bisa selesai dalam waktu yang cepat.
Ia juga mengatakan, diskusi dalam pertemuan Rembug Stunting ini menjadi upaya yang harus dilakukan sehingga nantinya tahu apa referensi yang harus menjadi pendorong serta program-program apa saja yang akan dilaksanakan. Begitupun dengan masalah anggaran yang harus dibicarakan dan diberikan untuk mengurangi tingkat masalah stunting yang semakin meningkat ini.
Untuk menurunkan angka stunting, menurutnya ia tidak bisa bekerja sendiri. Butuh keterlibatan semua OPD yang didalamnya memiliki kewenangan masing-masing dalam mengatasi kasus ini.
Mereka memiliki target ditahun 2024 agar angka penurunan stunting akan terlihat semakin signifikan.
Benarkah upaya ini bisa menjadi solusi?
Mengingat saat ini hidup di zaman kapitalis dimana tidak sedikit masyarakat yang kesulitan dalam hal ekonomi, jangankan untuk bisa mengkonsumsi makanan yang lengkap dan sehat, mereka saat ini hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa terus survive. Negara tentu saja berperan penting dalam hal ini. Negara harus bisa menjamin bagaimana agar masyarakat bisa lebih sejahtera, terutama perhatian negara harus lebih terpusat kepada ibu hamil dan anak-anak.
Bagi para ibu hamil yang bekerja, harus adanya keringanan di dalam proses bekerja sehingga keselamatan dan kesehatan mereka dapat terjaga.
Perlu juga adanya upaya-upaya untuk sosialisasi, mengarahkan, dan memberikan pemahaman yang jelas bagi mereka sehingga mereka tahu pentingnya pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, selalu menjaga kebersihan sehingga kasus stunting bisa dicegah oleh ibu-ibu hamil.
Mengingat hal ini, tentu solusi islam adalah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini, dengan solusi islam yang memang solutif.
Dengan syariat-syariat islam, negaralah yang akan menjamin kesejahteraan dan kebutuhan hidup masyarakatnya. Masyarakat yang sejahtera berawal dari lingkungan keluarga yang baik dan peduli. Dan tentu saja lingkungan keluarga seperti inilah yang akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak. Mereka akan memahami bagaimana caranya memberikan asupan makanan dan gizi yang baik bagi anak-anaknya ataupun ibunya.
Bahkan dalam islam sendiri diatur bagaimana konsep makanan yang baik dan halal. Seperti yang tercatat dalam QS Al-Maidah ayat 88 yang artinya :
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.
Makanan halal adalah makanan yang diperbolehkan oleh agama, dan cara mendapatkannya pun dengan cara yang benar sesuai dengan aturan agama.
Sedangkan makanan thayyib atau baik adalah makanan yang ketika di konsumsi dapat meningkatkan kesehatan tubuh, tidak memberikan efek buruk serta membahayakan tubuh.
Selain mengatur tentang tata cara makan, islam juga jelas mengatur tentang batasan kecukupan makanan. Dimana perut kita ketika makan itu dibagi menjadi 3 bagian. Sepertiga diisi oleh makanan, sepertiga diisi oleh minum, dan sepertiga lagi untuk udara.
Konsep seperti ini tentu sangat benar dan sesuai dengan asupan gizi seimbang yang dibutuhkan balita atau anak-anak. Dimana dengan asupan gizi yang seimbang, mampu menurunkan tingkat stunting. Anak dan juga ibu semakin bahagia sehingga mampu melakukan pola asuh yang baik, yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan akhirnya perkembangan anak-anak pun jadi tidak terhambat.
Wallahualambissawab











