Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab.Bogor,-Menindak lanjuti berita kami sebelumnya, dari sepuluh Kepala UPT wilayah jalan dan jembatan sempat tersandung kasus hingga harus berusuran dengan oknum aparat penegak hukum seputar carut marut terkait anggaran kegiatan pemeliharaan jalan di kabupaten bogor yang sangat rawan akan adanya penyimpangan.
Dugaan berbagai macam modus overandi nampaknya memang dengan sengaja mereka mainkan secara terstruktur, dengan leluasanya mereka bermain patut di duga kuat di karenakan mereka sudah memiliki kedekatan khusus dengan oknum aparat penegak hukum yang konon katanya ikut ambil bagian menikmati pundi – pundi rupiah dari hasil skandal terselubung yang notabene melibatkan para kroni – kroni kekuasaan demi mendulang rupiah dari balutan anggaran pemeliharaan jalan di tubuh dpupr.
Tidak tanggung – tanggung, untuk meredam adanya kasus tersebut dari sepuluh upt yang ada seluruhnya dengan leluasa bermain denga oknum APH dengan cara memberikan imbalan yang cukup fantastis bahkan mencapai ratusan juta rupiah tutur narasumber kami yang enggan di publish dan meminta identitasnya di rahasiakan. Apakah memang sebegitu kokoh safety yang di bangun oleh para pejabat DPUPR di bumi tegar beriman.
Lebih jauh narasumber kami mengatakan, adanya pengondisian di maksud terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Apa bila melihat ke kompakan dari mereka tidak menutup kemungkinan apa bila kroni – kroni kekuasaan itu sengaja di pasang untuk menjalankan misi yang sudah barang tentu di tunggangi berbagai macam unsur kepentingan terselubung masih mendominasi dan bertengger di segala lini.
Makanya jangan heran tutur nara sumber kami www.sigiku.com apa bila ada sekelas pejabat teras atau pun staf biasa memiliki kebijakan super vower dalam melakukan kewenangan atur sana sini alias pemegang stabilo alias bisa mengatur segalanya, salah satunya adalah oknum berinisial “DO” yang konon katanya segala tindak – tanduknya dapat mempengaruhi segala kebijakan. Hingga berita ini kami publis, satu pun dari para pejabat DPUPR masih slow response.
