Pewarta: S. Gervan Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang –
Makam Pangeran Santri yang berlokasi di kota Sumedang tepatnya di makam Pasarean Gede, Jalan Prabu Geusan Ulun, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, telah melakukan Revitalisasi tahap I, pada bulan Oktober tahun 2022.
Ditemui wartawan, Kuncen Anom Makam Pasarean, Dadang Hermawan, mengatakan, pembangunan tahap pertama dilakukan tahun 2022 bulan Oktober atas dukungan dari Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Sekertaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman, Ketua DPRD Sumedang Irwansyah Putra, dan Forkopimda lainnya. Senin (4/9/2023)
“Dukungan ini bisa direalisasikan pada saat merayakan hari jadi Sumedang yang ke 444 pada saat tabur bunga di Makam Waliyullah Pasarean Gede, ketika Pimpinan Daerah mengunjungi ke area Pemakaman dan melihat langsung kondisi salah satu Makam Waliyullah yang berperan di Kabupaten Sumedang ini,” ujar Dadang
Ketika dilokasi, Dadang menjelaskan, dana ini bersumber dari Dana perubahan yang didorong oleh Pimpinan Daerah, Sekda dan Ketua DPRD Kabupaten Sumedang. Dan kemarin juga sudah ada atensi lagi dari Ketua DPRD Pak Irwansyah untuk melanjutkan pembangunan dari anggaran perubahan tahun ini untuk tahap ke Dua.
“Rencananya anggaran perubahan tahap ke Dua ini di anggarkan sejumlah Rp 200 juta, lalu kedepannya beliau meminta point-point penting yang harus dibenahi untuk area makam yang ada dibawah yaitu makam Pangeran Kornel. Mudah-mudahan untuk revitalisasi makam Pangeran Kornel bisa dianggarkan dalam Anggaran Murni tahun 2024,” ucapnya
“Mohon dukungan dari semua sektor, mudah-mudahan tidak ada hambatan apapun, karena Ketua DPRD Pak Irwansyah sudah meng-input untuk menganggarkan Rp 200 juta dalam Anggaran Murni tahun ini. Dan Alhamdulillah dapat dukungan dari pihak lain seperti H Fadil yang menyumbang 150 box Granit berikut pemasangan,” tutur Dadang
Masih dilokasi yang sama, Dadang memaparkan, karena pada saat tahap pertama pembangunan itu turun dana sebesar Rp 150 juta dan didalam RAB nya hanya untuk plafon lalu tihang-tihang di area Pemakaman Pangeran Santri, lalu ada sumbangsih dari H Fadil. Alhamdulillah ada bantuan dari pihak luar selain dari Pemerintah Daerah.
“Dikarenakan fasilitas umum yang ada di area Pemakaman Pasarean Gede ini masih kurang, dengan besar harapan saya selaku pengurus Makam Waliyullah Pasarean Gede sekaligus Kuncen sangat berharap ada nya perhatian lebih dari Pemerintah Daerah maupun Pihak Luar, karena cikal bakal Kabupaten Sumedang ada di area Pemakaman Pasarean Gede ini,” tegas Dadang
Sementara itu Ketua DPRD Irwansyah Putra memberikan sepuluh usulan pembangunan Makam Pasarean Gede, antara lain :
1. Membenahi bangunan Makam Pangeran Santri
2. Gapura depan masuk ke Makam Pangeran Santri
3. Jalan menuju makam Pangeran Santri dari Gapura
4. Revitalisasi Makam Pangeran Kornel dan Makam Dalem Talun
5. Membenahi MCK atau Toilet Umum
6. Membenahi Mushola
7. Ruang Tamu penziarah (Gazebo)
8. Memperbaiki jalan menuju makam Pangeran Kornel
9. Ruang kantor tempat Pendaftaran Tamu
10. Pelebaran jalan kelokasi makam Pangeran Santri
Sepuluh point diatas disampaikan oleh Ketua DPRD Irwansyah Putra yang menekankan kepada Pemerintah Daerah lalu Sekertaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman pada saat hari jadi Kabupaten Sumedang yang ke 444 tahun lalu.
Diketahui Pangeran Santri lahir pada 25 Maret 1505 dan wafat tahun 1579 dikenal juga dengan nama Koesoemadinata I merupakan seorang ulama Islam yang juga Raja Sumedang Larang keturunan Nabi Muahammad S.A.W ke 26 dari garis keturunan ayahnya yang bernama Pangeran Muhammad atau Pangeran Pamelekaran bin Pangeran Panjunan bin Syech Nurjati Cirebon ( Syech Datul Kahfi).****
















