Oleh : Sumiati (Ibu Rumah Tangga)
Dilansir dari RADARBANDUNG.ID, KAB BANDUNG, Bahwa baru-baru ini Bupati Bandung Dadang Supriatna melantik 125 pengurus baru MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Bandung periode 2023-2028. Dengan harapan hadirnya pengurus baru MUI tersebut bisa semakin menguatkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan MUI dalam mewujudkan visi Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera (BEDAS). Menurut Bupati Bandung, dengan dukungan seluruh elemen yang ada di masyarakat termasuk para ulama dan pemerintah, maka akan menghasilkan keberhasilan menjalankan visi Kabupaten Bandung tersebut.
Kang DS juga mengungkapkan sabda Rasulullah saw., bahwa ulama dan umara adalah dua golongan manusia yang bila keduanya baik, akan baik pula seluruh kehidupan manusia. Maka dari itu, ulama dan umara harus sinergis dalam mensejahterakan umat.
Pelantikan 125 orang pengurus baru dari 12 bidang yang dilantik yang terdiri dari bidang organisasi, fatwa, dakwah, pendidikan, ukhuwah islamiyah, pengkajian dan pengembangan, hukum dan perundang-undangan, pemberdayaan ekonomi umat, hubungan antar umat beragama, komunikasi informasi dan dokumentasi, seni budaya Islam, dan bidang pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga.
Ulama adalah orang yang berilmu sangat berperan penting dalam melakukan perubahan. Bahkan Allah SWT sangat mengagungkan ilmu dan meninggikan derajat para ulama, sebagaimana sabda Rasulullah saw.;
“Keutamaan seorang alim (berilmu) dari seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian.” (HR. At-Tirmidzi).
Ulama adalah orang yang senantiasa memperbaiki akidah (keyakinan) yang rusak. Menjelaskan pemikiran yang salah serta berani menyuarakan kebenaran. Para ulama juga menentang semua yang bertentangan dengan syariah Islam. Ketika ulama rabbani mengamalkan ilmunya, mereka tidak mengenal rasa takut. Bahkan ia ditakuti oleh penguasa serta dihormati oleh rakyat. Sebab, yang mereka takuti hanyalah Allah SWT semata.
Ulama senantiasa mengoreksi penguasa ketika kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan syariat Islam. Tidak peduli sekuat apapun penguasa tersebut, dan sebahaya apa yang akan dihadapi ketika menyuarakan kebenaran, karena mereka memahami firman Allah SWT, yang artinya:
“(Ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan kalian menyembunyikan isinya.” TQS. Ali Imran [3]: 187).
Ulama rabbani seperti itu pernah dijumpai ketika Daulah Islamiyyah ditegakkan. Mereka mampu menggerakkan umat dan melakukan perubahan.
Tapi saat ini dalam sistem kapitalisme banyak ulama yang justru takut menghadapi penguasa dan malah menyembunyikan kebenaran. Hanya terdapat sedikit ulama yang berani mengoreksi penguasa, itupun dihadapkan dengan berbagai ancaman seperti dikriminalisasi, di cap radikal dan sebagainya. Tidak sedikit pula ulama yang justru menjadi pendukung penguasa yang zalim.
Umat khususnya kaum Muslim saat ini sangat membutuhkan perubahan. Perubahan yang tidak hanya untuk mencapai keadaan yang lebih baik,tapi suatu keadaan yang mampu menyelamatkan umat dari kehancuran. Karena kita sebagai bangsa dan sebagai kaum Muslim sejak setengah abad yang lalu telah mengalami kondisi yang sangat buruk, bahkan paling buruk.
Mudah-mudahan dengan dilantiknya pengurus baru MUI ini menjadi ulama yang berani, yang tidak takut menyuarakan kebenaran dan menentang kebatilan. Sehingga mampu mewujudkan perubahan dan membangkitkan umat. Tidak hanya sekedar ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Wallahu’alam bishshawab.











