OPINI/Artikel

Era Kelam PB PGRI

adminsigiku.com
×

Era Kelam PB PGRI

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)

Ungkapan “Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya” persis dengan realitas PB PGRI saat ini. Organisasi konflik tak jauh dari bawaan pemimpinnya.

Sungguh kelam, pilu dan menjadi preseden terburuk dalam sejarah PB PGRI. Saat ini PGRI Provinsi NTT membawa PB PGRI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Terkait apa? Terkait intervensi dan dugaan penyimpangan otoritas PB PGRI.

Mosi Tidak Percaya, ajuan ke PN DKI Jakarta Pusat dan kekecewaan anggota PGRI terus meningkat. PB PGRI diujung konflik, sampai ke PN DKI Jakarta Pusat. Sebelumnya tak pernah terjadi dalam sejarah PGRI.

Ungkapan bijak lain mengatakan “Ekor mengikuti kepala”. Hal ini pun persis terjadi dalam tubuh PB PGRI. Sang pemimpin tertinggi menentukan harmoni dan konflik sebuah organisasi.

Faktanya pemimpin tertinggi PB PGRI sampai saat ini terus didera konflik, disoal anggota dan pengurus di berbagai daerah. PGRI NTT, PGRI Riau, PGRI Jatim, PGRI Banten, PGRI Sumut, PGRI Jambi, PGRI NTB dan sejumlah pengurus dan anggota lainnya kecewa dengan Ketua Umum PB PGRI saat ini.

Anggota PGRI punya julukan khusus pada Ketum PB PGRI saat ini dengan gelar Ibu Mosi. Padahal sebelumnya Prof. Surya berjulukan pahlawan sertifikasi. Dr. Sulistiyo pahlawan guru honorer. Ini sebuah respon smesta pada PB PGRI saat ini.

Saatnya PB PGRI dikembalikan pada ruh sejatinya sebagai rumah harmoni perjuangan guru. Pastikan pengurus PB PGRI ke depan tidak pernah kena mosi dan pernah menjadi pengurus PGRI daerah. Bila tidak rasa organisasi dan kebatinan guru akan raib.