Pewarta: S. Gervan
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Dalam membentuk Sumedang Beyond Simpati, Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi, Drs. R. Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi, M.H. bersama Karaton Sumedang Larang yang diwakili oleh Radya Anom YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga beserta Forkopimda dan Forkopimcam lainnya menghadiri acara yang diselenggarakan di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
Ketika di Kantor Desa Citengah, Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi, R. Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi mengatakan, kesempatan kali ini adalah sebuah pesan keluarga besar kami di Karaton Sumedang Larang, agar saya yang ada di Nasional bisa memberikan manfaat kepada Kabupaten Sumedang bahwa tempat ini dulu didirikan dan dibesarkan oleh leluhur saya atau leluhur kami. Jadi saya sebagai keturunan Sumedang harus bisa membesarkan apa yang sudah di buat oleh para leluhur saya atau leluhur kami. Kamis (19/10/2023)
“Dengan harapan kedepannya Kabupaten Sumedang ini bisa menjadi Kabupaten berkelas dunia, dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Bupati atau Bapak Asisten Administrasi Umum Kabupaten Sumedang, bahwasanya dulu atau yang sekarang sudah menginisiasi suatu kawasan industrial police sumedang yang akan menjadi pusat pusat industri dunia yang ada di Sumedang, sehingga Sumedang kedepan bukan dikenal sebagai kota tahu saja, melainkan menjadi pusat industri setelah Sumedang menjadi Center of Excellent dari berbagai beberapa Universitas terkenal di Nasional yang nantinya diharapkan akan terkenal juga tingkat Internasional,” ujarnya
Yang sudah dicanangkan sejak lama, Karaton Sumedang Larang (KSL) akan menjadi Rumah Pancasila dan Pemerintah Daerah Sumedang menjadi tempat Pusat Pendidikan dan Latihan (PUSDIKLAT) oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nasional.
Lanjut Johan, Salah satu program BPIP yaitu menjadikan Sumedang menjadi Rumah dan Pusat Diklat pembinaan ideologi Pancasila, dan juga menjadikan Sumedang laboratorium ekonomi Pancasila, yang mana sekarang sedang gencar dipraktekkan oleh BPIP ke seluruh Indonesia. Proses yang sudah ditempuh untuk proses ini sedang kita inisiasi mudah-mudahan dari langkah awal ini bisa menjadi lompatan kedepannya.
Sementara itu ketika dilokasi, Radya Anom KSL YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga memaparkan, sebuah respon Positif sesuai harapan yang sudah dibangun dengan KSL dan BPIP dari beberapa tahun yang lalu untuk penguatan Ideologi Pancasila. KSL melahirkan program Rumah Pancasila sedangkan Pemda Sumedang membuat program Pusdiklat Pancasila. Yang mana Rumah Pancasila dibangun berdasarkan hasil kajian beberapa ahli yang didasari dari kebudayaan.
Rd.Luky, Menjelaskan, “Bahwa Rumah Pancasila itu di dasari dari sebuah kajian menurut beberapa kajian para ahli, bahwa Pancasila dengan sila 5 itu lahir dan dasarnya dari sebuah kebudayaan adat istiadat nusantara yakni nilai gotong royong dimana intisari gotong royong adalah nilai kasih sayang, dan BPIP mencari kebudayaan yang memiliki nilai kasih sayang tersebut, yaitu Sunda yang memiliki filosofi nilai Silih Asih,Silih Asah,Silih Asuh nya , yang selaras dengan pernyataan Soekarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat yang mengatakan bahwa “saya bukan yang melahirkan dan pencetus pancasila tetapi saya hanya menggali potensi adat istiadat nusantara ” , Jelasnya.
Pada pertemuan dengan BPIP ke Karaton Sumedang Larang beberapa tahun yang lalu yang mencari nilai kasih sayang tersebut,terjadilah diskusi kesepahaman bahwa kekuatan mahkota “Bino Kasih Sangyang Pake” lah nilai yang mengandung makna arti dari ‘Nilai Kasih Sayang’ sebagai sumber nilai yang di cari.
“Dari perspektif budaya, Pancasila dibangun dalam nilai sebuah kebudayaan, Karaton sebagai sentrum budaya yang memiliki fungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya di daerah Maka sudah sepatutnya Karaton Sumedang Larang menjadi wadah bagian garda terdepan penguatan ideologi pancasila dan lahirlah program ‘Rumah Pancasila’ sebagai langkah strategis .” Imbuhnya.
Program-program ini juga mendapatkan dukungan kuat dari Pemerintah Daerah Sumedang. PJ Bupati Sumedang menekankan pentingnya menjaga dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan menganggap program “Rumah Pancasila” dan “Pusdiklat Pancasila” sebagai langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.
“Ini menjadikan Karaton Sumedang Larang sebagai pilot project diluncurkanya sebuah program Rumah Pancasila untuk nanti di jadikan sebuah gerakan penguatan nilai – nilai yang sama kepada Keraton di Nusantara. Dengan harapan menjadi landasan yang betul-betul dijalankan secara konkrit yang mempunyai landasan ideologi yang kuat sebagai identitas dan jati diri bangsa” Tutup Rd.Luky Djohari Soemawilaga.
