Oleh Entin Hayatin (Ibu Tumah Tangga)
Serangan brutal dan membabi buta terus digempurkan oleh Zionis Israel kepada rakyat Palestina, sehingga korban terus berjatuhan tanpa memandang apakah orang dewasa ataukah balita. Fasilitas-fasilitas umum pun dihancurkan dari darat dan udara. Rumah sakit, tempat-tempat ibadah, gedung-gedung sekolah, pertokoan. Jalur-jalur evakuasi pun diblokade oleh zionis Israel.
Penjajahan yang dilakukan zionis Israel ke rakyat Palestina menuai kecaman negara-negara muslim. Begitu juga negara-negara non muslim mengecam dan mengutuk atas serangan Israel ke Palestina, tak terkecuali Bupati Bandung Dadang Supriatna turut menyerukan kepada masyarakat untuk mendoakan rakyat Palestina yang berjuang melawan penjajahan Israel sebagai bentuk solidaritas dan dukungan warga kabupaten Bandung kepada Palestina yang merupakan negara mayoritas muslim.
Bantuan untuk rakyat Palestina terus mengalir, dari berbagai negara baik berupa makanan, obat-obatan, pakaian begitupun doa, namun, bisakah semua itu menyelesaikan penjajahan Zionis Israel kepada Palestina? Sementara yang terjadi di Palestina itu bukanlah konflik tetapi penjajahan Israel kepada Palestina, yang ingin membumi hanguskan tanah dan rakyat Palestina sehingga banyak aturan yang dilanggar oleh Israel. Kebrutalan agresi Israel ke Palestina tidaklah seimbang, Israel yang dilengkapi dengan senjata-senjata perangnya, sedangkan Palestina hanya mengandalkan senjata apa adanya. Menurut undang-undang NRI 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan ialah milik segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. tetapi Siapakah yang bisa membantu memerdekakan Palestina dari penjajahan Israel? tentara-tentara muslim, PBB, Oki, semua diam, semua bungkam para penguasa negara-negara muslim tidak bisa mengirimkan bala tentaranya untuk membantu saudara-saudara seimannya di Palestina karena terhalang oleh nasionalisme, padahal sejatinya Palestina tak hanya membutuhkan logistik dan doa, yang sangat dibutuhkan adalah para tentara yang bisa membantu melawan penjajahan Israel.
Sejatinya, Islam itu menyatukan antara muslim yang satu dengan muslim yang lain. Islam hadir di muka bumi agar menjadi rahmatan lil alamin, Namun semua itu tidak bisa dirasakan lagi sejak runtuhnya khilafah pada tahun 1924 masehi. Kaum muslim mulai bercerai-berai, para kafir penjajah pun mulai berani terhadap kaum muslim. Karena kaum muslim tidak lagi mempunyai pelindung yaitu seorang khalifah di bawah naungan Khilafah. Kaum muslim yang tadinya bersatu di bawah naungan Daulah Khilafah, kini kaum muslim bercerai-berai dan sangat menyedihkan. kafir-kafir penjajah sudah berani mengobok-obok kaum muslim dengan aturan dan kekuasaannya. Kaum muslim di belahan dunia manapun menerima intimidasi dari orang-orang kafir seperti kaum Muslim di Palestina khususnya dan kaum di Negara negara lainnya. Karena terhalang oleh nasionalisme maka negeri-negeri kaum muslim yang lainnya tidak bisa membantu secara penuh maka dari itu solusi hakiki kemenangan Palestina hanya dengan tegaknya Khilafah yang akan bisa memerdekakan Palestina. Sudah sepatutnya kita semua turut menguatkan perjuangan mereka agar Palestina segera bebas dari cengkraman Zionis-Israel di bawah naungan Khilafah, karena janji Allah dan bisyaroh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah menyebutkannya.
Wallahualam bishawab.
