Pewarta: Steven Gervan
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Komunitas Wanita Bersanggul Indonesia (WBI) yang memiliki komitmen melestarikan budaya asli Indonesia kunjungi Karaton Sumedang Larang (KSL) dalam rangka menjalin silahturahmi dan memperingati Hari Ibu. Jum’at (22/12/2023).

Ketua WBI Jawa Barat dan Jabodetabek yaitu, Ir. Dini Andini mengatakan kepada media bahwa, WBI ini memiliki misi ingin mengangkat dan melestarikan budaya – budaya nasional Indonesia terutama dalam bidang busana tradisional.
Wanita Bersanggul Indonesia yang disuguhi berbagai macam tarian tradisional oleh Dangiang Kutamaya di Bale Agung Srimanganti, Jl. Prabu Geusan Ulun No.408, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
“Karena kita lahir dari berbagai daerah yang ada di Indonesia ini seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah lainnya, oleh karena itu kita selalu berusaha menggunakan konde dan kain kebaya,” ujarnya
Sambung Ketua WBI, Dini Andini, tidak hanya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia saja, kami juga ingin mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa di Kabupaten Sumedang ini masih ada Karaton yang masih terjaga budayanya.
Tidak hanya disuguhkan Tarian Dangiang Kutamaya saja, Radya Anom KSL YM Rd Luky Djohari Soemawilaga pun memberikan Plakat kepada WBI yang diwakilkan oleh ketua yaitu Ir. Dini Andini sebagai tanda persaudaraan.
Lanjut dilokasi, Radya Anom KSL YM Rd Luky Djohari Soemawilaga pun menambahkan, kami dari Karaton Sumedang Larang sangat mengapresiasi atas kunjungan dari Wanita Bersanggul Indonesia yang mana memiliki tujuan untuk mengikatkan tali persaudaraan dan silaturahmi.

“Tidak hanya itu, kami pun sebagai centrum budaya memberikan sebuah dukungan kepada Wanita Bersanggul Indonesia yang mana memiliki semangat untuk melestarikan adat dan budaya nusantara khususnya bersanggul dan berkebaya,” tutupnya (*)
