Pewarta : Jeky EPSA
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Rumah milik Andra di Desa Mekarmukti, Kecamaran Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berlokasi di Perum. Villa Istana Bendungan Blok.C5, pada Minggu, 31 Desember 2023, sekitar pukul 15.00 Wib dapurnya ambruk terimbas gempa bumi, dari gempa yang berpusat di daerah Kutamaya kota Sumedang.
” Saat kejadian saya dan keluarga sedang tidak dirumah. Saya kaget saja saat saya melihat ke dapur sudah terkubur longsoran tanah”, ujar Andra di lokasi saat bersih – bersih rumahnya bersama warga, Senin ( 1/1/2023) pukul 08.30 Wib.
Ternyata, lanjut Andra, gempa ini berdampak juga pada rumah saya. Dan tinggi tanah yang ambrol dan menimpa dapur saya diperkirakan mencapai 4 meter. ” Tanah yang menimpa itu merupakan lahan perbatasan milik seorang warga”, ucap Andra.
Untuk kerugian materi ditaksir Andra diperkirakan mencapai Rp 20.000.000,-.
” Kalau kerugian materi melihat kerusakan bangunan dapur yang berukuran 6 meter x 3 meter dan juga barang – barang lain yang ada didalam nya ditaksir mencapai duapuluh juta an. Sementara korban luka maupun jiwa dari warga sekitar tidak ada”, jelas nya.
Sementara itu Eky yang menjadi tetangga dekat Andra, menyatakan bila roboh nya tanah yang menimpa rumah tetangganya itu diperkirakan antara gempa yang pertama dan kedua.
” Kemungkinan antara gempa yang pertama dan kedua, kejadiannya setelah ada hujan sekitar jam 4 an dan Andra lagi tidak ada dirumah. Bukan gempa yang malam yang ketiga”, ucap Eky.
Sementara itu data BMKG menyatakan gempa terjadi di Sumedang pada Minggu menjelang tahun baru yakni tiga kali, ketiga kalinya pada pukul 20.34 Wib. Gempa ini diawali oleh dua gempa bumi sebelumnya yakni berkekuatan M 4.,1 yang terjadi pada pukul 14.35 WIB dan M 3,4 pada pukul 15.38 WIB.
Bahkan PJ.Bupati Sumedang, Herman Suryatman bersama Formlkopimda pun bereaksi cepat dengan terjun langsung ke lapangan, “Kami langsung lakukan cek ricek dan kroscek lapangan. Ada dua area terdampak pertama RSU Sumedang dan Pakuwon. Kemudian kedua, area pemukiman yaitu Babakan Hurip, Tegalsari, Cipameungpeuk dan Cimalaka,” ujar Pj Bupati Herman kepada media.

Sementara itu dari keterangan Kepala Pelaksana ( Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, menyatakan bila gempa bumi yang terjadi di Sumedang dengan pusat gempa di daerah Kutamaya berada dikedalaman 7 kilometer.
” Kedalaman gempa yang terjadi di Kutamaya berada di dl kedalaman 7 kilo meter dari daratan”, kata Atang pada pernyataan resmi di Istagram milik BPBD Kabupaten Sumedang *****
