Pewarta : Amsar Marbun.
Medan – Langkah PJ Bupati Tapteng, Sugeng Rianta, SH., MH, memperbaiki kinerja ASN, mendapat dukungan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, tokoh pemuda, aktivis dan politisi, serta pemerhati hukum.
Pj Bupati Tapteng Sugeng Rianta, SH., MH, yang baru bertugas kurang dari 2 bulan sebagai pejabat Bupati Tapteng via WhatsApp dia mengakui sedang diserang oleh oknum ketua organisasi tertentu dengan video hoax editan yang diduga dibuat oleh oknum yang merasa terganggu dengan pola kepemimpinannya.
“Mohon bantu saya untuk ketemu dengan oknum dengan pengurus organisasi tersebut. Saya akan share video aslinya,” ucap dia.
Terungkapnya kasus pemotongan BOK dan Jaspel setelah PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta, SH., MH menerima laporan dari ASN dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng.
Dengan laporan tersebut, PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta SH.MH tertarik untuk mencari tau kebenarannya, sehingga menugaskan inspektorat kabupaten Tapteng melakukan pemeriksaan terhadap pemotongan BOK dan Jaspel Dinas kesehatan Tapteng, terhadap kepala Puskesmas. Bendahara Puskesmas dan Pustu se Tapteng yang terlibat melakukan pemotongan BOK dan Jaspel tersebut.
Dengan gerak cepat inspektorat kabupaten Tapteng, melakukan pemeriksaan terhadap Kadis Kesehatan Tapteng bernisial N ternyata ada bukti menguatkan terlibat dan ditemukan pelanggaran berat atas penyalahgunaan wewenang selaku kepala dinas kesehatan kabupaten Tapteng tentang pemotongan BOK dan Jaspel 50 Persen.tersebut.
Potongan dana BOK dan Jaspel yang 50 persen untuk apa dan kepada siapa kadis kesehatan kabupaten Tapteng sampai saat ini bum diketahui, secara jelas. Namun pihak kejaksaan tinggi Sumut dan kejaksaan agung sedang melakukan pemeriksaan siapa diuntung pemotongan dari hasil BOK dan Jaspel ini.
Sehingga PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta SH MH, dengan.penuh pertimbangan sesuai dengan aturan disiplin ASN, Kadis Kesehatan Tapteng di copot dari jabatannya dan saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh pihak kejaksaan tinggi Sumut dan kejaksaan Agung.
Akibat dari rentetan vitalnya kasus pemotongan BOK dan Jaspel yang cendrung korupsi di dinas kesehatan kabupaten Tapteng yang mencapai 90 miliar, ada pihak tertentu yang tidak ingin kasus ini terungkap seperti kebakaran jenggot bila ke rana hukum.
Informasi yang diperoleh Wartawan Koran SINAR di Tapteng menyebutkan dana BOK dan Jaspel sudah berlangsung lama dilakukan pemotongan yaitu dari tahun 2018 sampai 2023.
Pada tahun 2018 di mulai pomotongan BOK dan Jaspel, dimasa Bupati Tapteng Baktiar Ahmad Sibarani sampe ahir jabatan nya hingga pada tahun 2022 dan hingga tahun 2023. Usai masa jabatan Baktiar Ahmad Sibarani di gantikan PJ Bupati Yetty Sembiring yang mengundurkan diri jabatan PJ Bupati Tapteng dan kemudian diganti oleh Mendagri Pj Bupati Tapteng Elfin Elyas Naingga.
Pergantian PJ Bupati Tapteng oleh Mendagri dari Ilyas Nainggolan dipercayakan kepada PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta SH MH yang dilantik oleh PJ Gubernur Sumatera Utara Hassanudin sebagai pejabat Bupati Tapteng di Aula Tengku Rizal Nurdin , Rumah Dinas Gubernur jalan Jenderal Sudirman no 41 Medan 15 Nopember 2023 lalu.
Kurang lebih Satu bulan PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta SH MH, bertugas sebagai PJ Bupati Tapteng. Kasus pemotongan BOK dan Jaspel yang jumlahnya signifikan sejak tahun 2018 sampe tahun 2023 kurang lebih 90 milliar terungkap yang selama tersembunyi .
Setelah menjadi Viral, jadi berita utama di berbagai media cetak dan media online yang bahan perbincangan masyarakat Tapteng di kedai kedai kopi yang juga mendukung PJ Bupati Tapteng Sugeng Rianta SH MH dan pihak kejaksaan tinggi Sumut dan jaksaan Agung mengungkap kasus sampai tuntas siapa raja koruptor nya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Adianto,SH melalui Whats App juuru bicara penerangan Kejaksaan Tinggi Sumut, Yos A. Tarigan yang dikonfirmasi koran SINAR PAGI. Yos A. Tarigan, SH, Selasa (2/1/2024), mengatakan, pihaknya akan mengecek ke bidang terkait.
“Kita akan sampaikan perkembangan hasil pemeriksaan pemotongan BOK dan Jaspel pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng,” ucapnya.
