Tanggapan Tokoh Agama Terkait Isi Hak Jawab  Sekrtaris Baitul Mal

0

Pewarta : Zulfadli. MM

Koran SINAR PAGI, Langsa-Aceh,- Mengenai tanggapan hak jawab dari Sekretaris Baitul Mal Kota Langsa, soal dugaan pengusiran mualaf oleh oknum Baitulmal Kota Langsa yabg tayang di media cetak Koran SINAR PAGI dan online koransinarpagijuara.com. Hak jawab tersebut disampaikan Sekretaris Baitul mal Kota Langsa di media online  media online Trik NEWS.com, baru-baru ini (16/01/2024).

Abu Darda, satu diantara yang fanatik agama di Kota Langsa, terpaksa angkat bicara, dia mengatakan. “banyaknya laporan masyarakat terkait lemah dan buruknya serta kekurang beresan Baitul Mal Kota Langsa dalam bekerja, untuk itu sebaiknya Pemko Langsa meresuffle seluruh pejabat yg ada di Baitul Mal Kota Langsa dengan orang- orang yang lebih tulus dan ikhlas serta punya didikasi dan lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan dana umat.

Nasih menurut Abu Darda, “saya menduga akibat dari lamanya  menduduki satu jabatan yg sama membuat orang tersebut suka melakukan kesewenang- wenangan dan dapat membuat orang tersebut menyalah gunakan kekuasaannya.

Mengenai para mualaf, tentu mereka harus dibina jasmani dan rohani. Kebutuhan mereka harus dikawal dengan baik dan jangan semena’ mena. Nabi Muhammad SAW, mengamanahkan kepada kita untuk menerima dan menjaga mereka dan memenhi kebutuhannya begitu juga aturan dinegara kita yang mengharuskan fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara seperti tersurat pada pasal UUD1945,” ujar Abu Darda kepada Koran SINAR PAGI.

Abu Darda menambahkan, “Saya juga menduga bahwa hadirnya Baitul Mal di seluruh propinsi Aceh untuk membantu orang orang lemah yg ada di Aceh. Bukan untuk mengambil keuntungan dengan menjual nama mereka yg lemah dan nama nama mereka yg mualaf untuk kepentingan para pegawai Baitul Mal itu sendiri.
contohnya. “Saya telah membaca di Koran SINAR PAGI, mengenai ada dugaan pengusiran kaum mualaf yang tinggal di Komplek Perumahan Mualaf di Kota Langsa bukan sekedar dongeng belaka,  saya tahu betul masyarakat yang banyak melaporkan permasalahan itu kepada LSM serta wartawan salah satunya Koran SINAR PAGI dan itu memang benar-benar terjadi, mungkin ada dugaan penekan terhadap nara sumbernya sehingga kebenaran tersebut tertanam kembali, “pungkas Abu Darda.