Oleh : Rida Salsabilla (Ibu Rumah Tangga)
Sedikitnya dua ribu rumah terendam akibat banjir besar yang melanda kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Sumber KBRN Bandung
Jumlah itu kemungkinan masih bertambah karena sulit untuk mendapatkan data yang konkrit di tengah kepungan banjir.
Kepala pelaksana harian BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, Jumat (12/1/2024).
Banjir kec Dayeuh kolot dan sekitarnya memang sudah langganan,tapi kali ini begitu memilukan dengan banjir besar yang terjadi. Bukan hanya curah hujan yang tinggi serta tumpukan sampah yang belum terselesaikan tapi juga jika kita mengamati dengan saksama, drainasenya yang perlu diperbaiki,karena tampungan air tidak sesuai dengan debit air. Diperparah dengan pembangunan hari ini lebih berorientasi pada profit. Hal ini menjadi lumrah karena pengaturan sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara adalah sistem kapitalisme yang alamiahnya pasti akan berpihak pada kepentingan pemilik modal besar.
Tidak bisa kita pungkiri, penguasa dalam sistem kapitalisme hanya bertindak sebagai “spesialis” regulator sekaligus fasilitator bagi para pengusaha.
Telah berdiri pula perumahan perumahan yang menyebabkan kawasan yang tidak kena banjir pun menjadi kebagian juga.
Tata kelola serta pengaturan manusia yang menjadikan rakyat kecil menanggung akibatnya.
Berbeda halnya dalam pengaturan Islam untuk skala negara, penguasa memiliki tanggung jawab menjadi pelindung dan perisai (junnah) bagi rakyatnya.
Termasuk melindungi dari masuknya serangan penjajahan gaya baru yang hanya akan mengundang kemudaratan. Hal ini akan berkaitan dengan tanggung jawab negara untuk membiayai pembangunan memperbaiki setiap hal yang sangat utama dibutuhkan di setiap daerah tanpa membuat para kepala daerah harus cari simpati vn masyarakat dengan sebaik-baik pengaturan di bawah naungan syariat. “Dengannya, maqashid syariah (tujuan penerapan syariah-red.), yakni hifdzun din (menjaga agama), hifdzun nafs (menjaga jiwa), hifdzun ‘aql (menjaga akal), hifdzun mal (menjaga harta), dan hifdzun nasl (menjaga keturunan) bisa tercapai dengan baik.
salah satu hadits Rasulullah saw. riwayat Tirmidzi tentang peringatan bagi penguasa yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur urusan umat.
“Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah pemimpin yang adil. Orang paling dibenci dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim.
Pengelolaan ruang hidup yang bernafaskan kapitalisme, terbukti berhasil menggadaikan keberlangsungan hidup rakyat demi peningkatan ekonomi yang mengalir pada kantong-kantong tebal para pengusaha, sedangkan rakyat hanya menerima recehan bersama seperangkat kerusakannya.
Hanya penerapan sistem islam yang paripurna di bawah naungan sistem pemerintahannya yang akan mampu menjadi penawar kerusakan lingkungan akibat faktor sistemis hari ini.
