Liputan Khusus

Kasie Sarpras Bungkam Dan Sulit Ditemui Terkait Dugaan Temuan Pelaksanaan Kegiatan Fisik Yang Ditunggangi Kepentingan Terselubung Di Tubuh Disdik Kab.Bogor

adminsigiku.com
×

Kasie Sarpras Bungkam Dan Sulit Ditemui Terkait Dugaan Temuan Pelaksanaan Kegiatan Fisik Yang Ditunggangi Kepentingan Terselubung Di Tubuh Disdik Kab.Bogor

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Frans Ganyang

Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,-Maraknya dugaan pengondisian seputar realisasi pada kegiatan fisik ditubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akhir – akhir ini banyak menuai perhatian serius dari berbagai pihak, selain berdatangan dari kalangan pengusaha juga di soal oleh pihak penerima kegiatan swakelola pada mata anggaran 2023 lalu.

Ada pun beberapa poin yang menjadi perhatian serius bagi para pihak di maksud, indikasi adanya monopoli oleh pejabat disdik secara tersebung dan masif terkait beberapa produk, adanya pengondisian alias doktrin dari pejabat disdik kepada penerima kegiatan swakelola hingga dugaan main mata dengan oknum pengusaha yang di sinyalir sudah memiliki kedekatan khusus dengan pejabat disdik yang notabene mereka mendominasi peket – paket kegiatan yang patut di pertanyakan. Tidaklah heran apabila akhir – akhir ini, hanya oknum pengusaha yang berkantung tebal dan memiliki kedekatan khusus yang bertengger.

Salah satu narasumber kami dari kalangan pengusaha yang meminta jati dirinya disembunyikan, ada dampak yang serius atas dugaan monopoli (sabotase) yang kini di berlakukan oleh Dinas Pendidikan. Seperti diketahui menjelang akhir tahun 2023 pihak pengusaha terpaksa berpacu dengan waktu untuk mengejar perkerjaan agar sesuai target, akan tetapi susahnya mendapatkan produk – produk yang perlukan salah satu menjadi kendala. Pada akhirnya, dikarenakan keterlambatan pengiriman dan kelangkaan barang menjadikan pekerjaan di lapangan tidak maksimal.

Bagai mana kita mau menjaga mutu dan kualitas kalau dalam pelaksanaanya pun terkesan dipaksakan, pada akhirnya barang yang di kirim ternyata tidak maksimal dan tidak sesuai julak – juknis. Artinya, spek-tek yang di dengungkan para pihak yang berkompeten itu “non sense”. Diduga kuat, atas di berlakukan berbagai kebijakan dan doktrin tersebut oleh pejabat disdik menjadi koreksi bagi para pihak khususnya bagi Aparat Penegak Hukum (APH).

Apakah memang ada kepentingan terselubung hingga unsur kejahatan dalam jabatan dengan membangun sebuah sistem demi terciptanya safety, hingga berita ini kami publis satu pun pejabat Disdik Kab. Bogor sulit ditemui dan memilih bungkam.