Mengajar Agama Di Sekolah Penggerak

0
191

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Suatu hari Saya masuk ruang kelas, asbab kangen pada anak didik. Kebetulan guru agama sedang ada giat, sehingga tidak masuk kelas. Saya ambil kesempatan diskusi tentang agama.

Hamdalah masuk ruang kelas yang indah, penuh warna. Penuh warna secara agama. Ada yang Hindu, Protestan, Katolik dan Islam. Anak anak pun terlihat sangat antusias dan fokus.

Dalam spirit sekolah penggerak anak didik dipastikan memiliki kekuatan spiritualitas yang sangat menghormati keragaman. Setiap anak didik wajib bertaqwa pada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia.

Sekolah penggerak adalah sekolah yang menghargai semua anak didik, apa pun agamanya. Menghormati anak didik secara diferensiatif adalah utama. Anak didik tidak harus beragama A atau B, tapi semua anak didik harus berakhlak mulia dan ber_Tuhan.

Sebagai pendidik dan orangtua Saya mencintai anak anak tanpa memandang latar belakang iman dan agamanya. Bahkan dalam prolog pelajaran agama, Saya sampaikan hebatnya semua agama, fokus pada akhlak.

Semua agama mengusung perbaikan akhlak. Amal perbuatan, akhlak baik dan moralitas di atas semua identitas agama. Apa pun agamanya tidak lebih penting dari kesolehan dan karakter penganutnya.

Saya pun mengatakan, “Hanya penganut agama “bermasalah” yang sering mengungkapkan bahwa penganut agama lain selain dirinya adalah salah.

Mengaku ngaku hidup paling benar, menyalahkan pihak lain itu tidak lebih baik dari memperlihatkan perbuatan yang benar dan sikap terbaik.

Saya pun mengatakan, “Orang lain tidak butuh apa agama kita, hal yang mereka butuhkan adalah akhlak kita”. Apapun makanannya, minumannya teh botol sosro, ibarat demikian. Apa pun agamanya, akhlaklah intinya.

Hal esensial dari kehidupan semua umat manusia adalah moralitas terkait kemanusiaan, keadilan dan kebahagiaan. Sungguh indah doa doa para penganut agama ketika dikumandangkan.

Namun doa doa yang selalu dipanjatkan untuk entitas tertentu, agama tertentu, bangsa tertentu sungguh sangat sempit atau kurang luas. Doa yang baik adalah doa yang luas, bahkan tidak hanya kepada manusia.

Ada doa yang khusus kepada manusia penganut agama tertentu, bangsa tertentu dan partai tertentu. Hal yang lebih baik adalah mendoakan semua makhluk Allah.

Spirit Rahayu Sagung Dumadi (RSD) sangatlah indah. Spirit RSD memberikan doa begitu indah dan luas, sebagaimana luasnya Allah, Tuhan yang esa.

RSD mengajarkan kita untuk berdoa pada semua makhluk, tidak memangdang manusia dari mana, bangsa mana, agama apa. Bahkan tidak membedakan manusia dengan bukan manusia.

Semoga semua makhluk selamat dan berbahagia, sunggguh indah kebatinan dan spiritualitas doa ini. Kita bagaimana? Bisa jadi kita lebih sempit doanya. Hanya mendoakan diri sendiri, yang lain lupa.

Padahal bila diibaratkan berada dalam satu kampung, semua warga kampung harus bersih, sehat dan berbahagia. Bila doa hanya untuk satu isi rumah, tidak lah sempurna.

Semoga semua marga kampung misal semuanya selamat, bahagia dan sejahtera. Resonansi doa dan realitas satu kampung yang sehat, bahagia dan sejahtera akan balik lagi pada kita.

Mari kita ajarkan agama dan moderasi beragama pada anak kita, anak didik kita dan masyarakat kita. Allah tidak beragama dan tak butuh agama. Allah hanya ingin semua umat beragama sehat, selamat, sejahtera dan bahagia.

Matahari, udara, air, pohon dan tanah tidak melihat kita beragama apa. Ia hanya memberi dan memberi, bahkan kepada orang dan semua makhluk yang ada di bumi. Apalagi Allah, Tuhan yang esa, untuk semuanya.