Oleh : Ai Sumiati (Ibu Rumah Tangga)
Bulan ramadan adalah bulan mulia yang didalamnya penuh keberkahan, maghfirah. Tentu bagi kaum Muslim ramadan dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah agar meraih derajat takwa (QS. Al Baqarah[2] : 183). Hal ini justru dikotori oleh beberapa remaja dengan melakukan tawuran. Mereka melakukan tawuran menjelang sahur. Sebagaimana terjadi di wilayah Kampung Muara Ciwidey, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kepolisian Sektor (Polsek) Katapang berhasil mengamankan 12 remaja yang diduga akan terlibat tawuran, pada Minggu(17/03/2024) dini hari. Dikutip dari news.okezone.com. Selain ditindak dengan hukum, para remaja tersebut juga diberikan pembinaan dengan tujuan agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang meresahkan masyarakat.
Kejadian tawuran ini bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Sungguh miris, sedih melihat kondisi remaja saat ini, seharusnya mereka menjadi generasi yang berkualitas tapi justru menjadi generasi yang buruk. Tentu ini ada kesalahan tentang memahami kehidupan. Mereka memahami kehidupan hanya ingin meraih materi sebanyak-banyaknya. Mereka merasa puas ketika emosi mereka meluap kemudian melampiaskannya dengan tawuran tanpa memikirkan bahayanya di dunia dan di akhirat. Inilah sistem kapitalis sekuler dimana agama dipisahkan dari kehidupan.
Sistem kapitalis sekuler memunculkan paradigma di tengah masyarakat kalau laki-laki keren itu adalah yang pandai berkelahi. Mereka lebih mengejar eksistensi diri. Eksistensi diri memang bagian dari naluri mempertahankan diri, yang diciptakan Allah SWT untuk manusia. Tapi eksistensi diri hanya bisa disalurkan sesuai dengan syariat. Sayangnya, hal ini tidak dipahami oleh masyarakat saat ini. Ini karena mereka tidak memahami Islam secara kaffah. Pendidikan yang ada hanya mengajarkan mereka terdepan dalam hal dunia tapi kosong dalam hal agama. Ini karena sistem pendidikannya berbasis sekular. Di sekolah Islam diajarkan hanya dalam ibadah ritual saja. Sehingga sangat wajar ketika generasi yang dihasilkan adalah generasi yang senang tawuran.
Maka dari itu yang harus dirubah adalah cara pandang masyarakat. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw., yaitu Islam. Islam bukan hanya sekedar teori melainkan pedoman hidup yang harus dijalankan. Islam punya aturan yang lengkap termasuk dalam mendidik generasi supaya menjadi generasi yang bertakwa. Didalam Islam ada yang namanya sistem pendidikan Islam dimana tujuannya adalah membentuk kepribadian Islam yaitu pola pikir dan pola sikapnya adalah Islam. Serta pendidikan Islam akan menghasilkan ulama-ulama ahli dalam setiap aspek kehidupan. Pendidikan dalam Islam mengajarkan bahwa hidup itu hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga aktivitasnya akan selalu terikat dengan hukum syara. Tawuran adalah aktivitas yang tercela, maka mereka tidak akan melakukannya.
Sistem pendidikan Islam hanya ada dalam sebuah negara yang menerapkan syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan. Negara tersebut adalah Daulat Khilafah Islam. Maka akan terbentuk masyarakat yang Islami. Masyarakat Islami mensuasanakan generasi yang tumbuh dan berkembang dalam ketaatan karena didalamnya senantiasa melakukan aktivitas amar makruf nahi munkar yang peduli terhadap sesama. Ketika ada orang yang berselisih maka mereka akan mendamaikannya. Sehingga benih-benih tawuran tidak akan muncul dalam benak mereka. Apalagi di bulan ramadan, mereka akan berlomba-lomba dalam meraih pahala. Wallahu’alam bishshawab.
