Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Adalah media Tiktok saat ini menjadi media paling digandrungi banyak pihak. Bahkan konon katanya media Tiktok menjadi media yang memenangkan salah satu pasangan Capres 2024.
Dalam media Tiktok sering Saya melihat satu orang politisi yang kata katanya terutama di hadapan mahasiswa benar benar humanis humoris. Ia bernarasi sederhana tapi kena.
Misalnya, Ia mengatakan, ”Selama kita masih menjadi cacing, belum menjadi seekor naga, jangan banyak tingkah”. Selama kita masih menjadi rakyat biasa belum punya jabatan, diam diam saja.
Ia pun mengatakan kita jangan menghina pemimpin. Termasuk pada sosok Jokowi. Ia mengatakan “Jangan menghina orang yang dianggap baik dan wanita cantik”. Orang baik dan wanita cantik itu gak bisa dilawan, menurutnya.
Ia mengatakan pada para mahasiswa, “Bagi adik-adik yang suka kritik, hati-hati, karena dunia belahan timur itu di hati. Sekali Anda melukai hatinya panjang urusannya.” Orang timur lebih menonjol hatinya.
Anak muda diedukasi dirinya agar sanggup mengkritik tapi tidak melukai hati. Ini memang tak mudah dan sangat membutuhkan rangkaian kata yang halus tapi mengena. Soft kritik, memang tak mudah.
Ia pun kepada anak muda mengatakan, “Buatlah kita beda, walau pun kecil, ibarat bintang kejora di Timur”. Kecil tapi terlihat karena berbeda. Besar tapi banyak yang sama, tidak nampak.
Hal unik lainnya bagi para pria yang kurang percaya diri. Ia mengatakan wajah gak perlu ganteng. Lebih cakep di atas monyet, gak apa apa. Asal? Tentu saja, asal banyak uang.
Siapa Dia ?
