Oleh: Heni Ruslaeni
Jalan merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk rakyat, jalan yang rusak tentu berbahaya, pengendara bisa terjatuh bisa jadi sampai kehilangan nyawanya. Tak hanya itu juga kendaraan yang melintasi jalan yang rusak di jalan sayuran telah mengganggu lajunya kendaraan sehingga dapat membahayakan pengendaraan sepeda motor terutama saat melintas di malam hari. Mirisnya sudah banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat kerusakan jalan.
Masyarakat mengeluh akibat jalan yang rusak, namun sayangnya hal ini tidak di tanggapi dan di tangani serius. Malah berbelit- belit dan saling lempar tanggung jawab. Pemerintah seolah tutup mata terkait kerusakan jalan, sehingga banyaknya jalan yang rusak yang sering kita jumpai, dan tak hanya di jalan sayuran saja. Sebenarnya salah siapa? Namun yang jelas bahwa jalan yang harus di bangun oleh pemerintah dengan baik, karena jalan sudah menjadi bagian dari kebutuhan transportasi yang di gunakan masyarakat.
Pemerintah tetap lalai dengan kondisi jalan yang rusak, pemerintah justru lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan tol, bahkan pemeliharaannya pun di lakukan secara hati- hati.
Selama ini keselamatan masyarakat seolah tidak menjadi perhatian pemerintah, karena pemerintah tidak memiliki solusi dalam menuntaskan keselamatan, pemerintah hanya mengambil langkah- langkah teknis tanpa menyentuh akar persoalanya.
Jangan heran jika jalan cepat rusak, karena jalan yang rusak selalu di tambal lagi dan di tambal lagi. Padahal jika di telaah anggaran yang di kucurkan pemerintah untuk pembangunan jalan itu luar biasa banyak, tapi mengapa jalan tetap banyak yang rusak. Akibat kecurangan antara pemerintah dan kontraktor, kualitas aspal di bawah standar sehingga mudah terkelupas. Jalan pun cepat rusak dan berlubang, seharusnya bisa bertahan hingga empat tahun, jadi bertahan dua tahun saja. Hal ini merupakan kezaliman, masyarakat yang menjadi korbannya.
Dalam sistem saat ini menjadikan pemerintah tidak memiliki visi untuk meriayah masyarakat. Jalan rusak tidak menjadi suatu hal yang mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Aturan saat ini memang di buat sesuka hati oleh para pembuat kebijakan. Karena dalam sistem ini, untung rugi menjadi tolak ukurnya. Dan orang yang berkuasa serta memiliki harta yang punya kesempatan untuk bicara. Sehingga menjadi suatu kewajaran jikan beban rakyat kian bertambah, tak kunjung mereda. Pemerintah hanya sebagai regulator, dalam pelaksanaannya di serahkan kepada swasta. Inilah realitanya tidak ada periayahan yang sungguh- sungguh.
Menurut kacamata islam, jalan yang merupakan milik umum harus dipelihara oleh khalifah yang bertanggung jawab sepenuhnya kepada masyarakat, karena sebagai agama yang sempurna Islam mengatur segala aspek kehidupan. Khalifah mempunyai dua fungsi utama yaitu raa’in dan junnah, terbukti membawa kejayaan umat kurang lebih 13 abad lamanya.
Islam pun mengatur perihal aspek kepemimpinan negara. Dimana negara akan mengurus segala urusan rakyat dan menjadi pelindung bagi mereka. Karena Islam berbeda dengan sistem kerajaan,republik atau parlemen. Sistem Islam lahir dari hukum syara, bukan lahir dari pemikiran manusia.
Karena, sejatinya seorang pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, jangankan keamanan manusia, nyawa hewan pun tak luput dari perhatiannya. Jabatan kekuasaan dalam Islam bukan hanya bervisi pada dunia saja, bukan demi keuntungan diri dan golongannya. Pemimpin dalam Islam adalah orang- orang yang bervisi akhirat.
Waalahhu’ allam bishawab.











