Diduga Akan Diculik Anak Dibawah Umur Jadi Trauma

0
231

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Inisial (F)Anak di bawah umur diduga sasaran penculikan Kejadian terjadi di Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan,pada hari Minggu, 2 Juni 2024. kronologi kejadian saat F, bersama teman temannya selesai berlatih tari di Dusun Babakan.Minggu (02/06/2024)

Awong,yang merupakan ayah dari F menuturkan kronologi kejadian,F setelah selesai berlatih tari bersama dua temannya memutuskan untuk membeli jajanan, yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Bhani Fhaton. Ketiganya berjalan kaki melalui jalan lintas Dusun Babakan.

“Setibanya di warung seblak, mereka merasa ada kecurigaan pada sebuah motor hitam yang bolak-balik di jalan arah Masjid Bhani Fhaton.Setelah selesai makan, ketiga anak keluar dari warung dengan tujuan pulang ke rumah F untuk mengganti pakaian. mereka rencananya akan kembali lagi ke rumah N, saat perjalanan kembali mereka semakin curiga kalau motor yang mereka lihat di warung seblak terus mengikuti dari belakang,” Ungkap ayah F

Lebih lanjut Awong,mengatakan, mereka berjalan kaki kurang lebih 300 meter sampai di wilayah RT 05 Dusun Babakan, mereka dihampiri oleh pengendara motor hitam tersebut. Pengendara motor berdalih menanyakan alamat kepada ketiga anak dengan alasan yang tidak jelas.

“Saat itu lah, pengendara motor mencoba menarik tangan kanan F yang berada paling depan. Namun, kedua temannya segera menarik kembali tangan F sehingga upaya penculikan gagal. Pelaku segera melarikan diri setelah menyadari ada mobil yang melintas di belakang mereka.

Adapun iri-ciri pengendara itu menggunakan motor hitam mirip Vario, mengenakan sweater hitam polos, masker, kacamata putih, serta helm.

Kejadian ini membuat ketiga anak tersebut trauma dan menangis ketakutan. Isu percobaan penculikan ini pun dengan cepat menyebar dan menjadi viral di beberapa grup WhatsApp.

Ayah F, segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.Menanggapi laporan tersebut, Polsek Panumbangan Polres Ciamis bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan dari anak-anak serta orang tua mereka.

Kapolsek Panumbangan AKP Ajat Rudiatun mengatakan pihak kepolisian akan berupaya mencari rekaman CCTV di sepanjang jalan untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai motif dan identitas pelaku.

“Kami menghimbau kepada para orang tua agar lebih berhati-hati saat anak-anak bermain di pinggir jalan atau di halaman rumah. Kami juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini,” Terangnya.