Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Berupaya mencegah bertambahnya siswa putus sekolah. SMAN di wilayah desa yang terletak di pegunungan daerah selatan Kabupaten Bandung melaksankan berbagai cara untuk menyerap siswa lulusan MTs atau SMP melanjutkan jenjang pendidikannya.
Mantan Kepala SMAN 1 Kertasari Kabupaten Bandung, Drs. Iwan Kurniawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung mengungkapkan ada hal yang menarik dari perjuangan serta romantisme saat pertama diberi amanah menjabat Kepala Sekolah di SMAN 1 Kertasari. “Sebab sekolah tersebut awalnya kekurangan siswa atau mencari-cari calon siswa, tetapi sekarang-sekarang mulai banyak peminatnya sehingga terpaksa harus menolak siswa yang mendaftar,”ungkapnya saat interaktif di program Koran SINAR PAGI “30 Menit Weekend Bersama Kepala Sekolah”.
Menjemput siswa dengan menyelenggarakan lomba di sekolah atau bekerjasama secara langsung dengan para kepala sekolah. Bahkan memberikan reward atau hadiah bagi mereka siswa katagori rawan putus sekolah yang mau melanjutkan sekolah.
“Alhamdulillah dengan bertambahnya siswa meningkat juga sarana sekolah, karena pada tahun itu masih ada dana sumbangan pendidikan bulanan atau tahunan untuk dialokasikan membiaya pembangunan sekolah. Total ruangan baru yang bertambah mencapai sekitar 8-10 ruangan bersumber dari bantuan pemerintah dan sumbangan masyarakat. Sehingga yang awalnya hanya mampu menampung 5 kelas setiap angkatannya, dapat bertambah hingga mencapai 7 kelas perangkatannya,”ungkapnya merasa bahagia mengenang masa perjuangannya di SMAN 1 Kertasari.
Selain itu ada yang menjadi kenangan membekas, saat berhasil membangun ruang praktek IPA dan Kimia bagi siswa dan mendirikan masjid di sekolah. Sehingga para siswa dapat melaksanakan sholat jum’at, tanpa harus nembeng ke masjid sekitar. Rencananya masjid itu sekarang akan dibangun dua lantai.
Drs. Iwan Kurniawan menceritakan pemberangkatan awal diangkat menjadi kepala sekolah di antaranya karena memiliki prestasi di tingkat provinsi saat menjadi guru. Pada tahun 2016 mendapatkan SK Bupati sebagai kepala sekolah, setelah ada peralihan pengelolaan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, SK ditanda tangani oleh Gubernur Jawa Barat.
Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial
