Oleh: Turmini (Ibu Rumah Tangga & Aktivis Muslimah)
Memasuki musim kemarau beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan. Hal ini tentu berdampak pada menipisnya ketersediaan air, yang bisa mengancam terhadap pasokan air bersih bagi masyarakat dan juga pertanian. Seperti dilansir Cileunyi, KejakimpoINews. Com terkait sumber mata air Cihampelas di kampung Sukahayu RW 10, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang selama ini debit airnya tak berubah, saat ini debitnya mulai berkurang, pihak PT Kreasi Papan (PK) akhirnya angkat bicara.
PT PK yang mengolah sumber mata air Cihampelas tersebut mengakui jika debit air di sumber mata air ini, kini debit airnya berkurang.
Betul, saat ini debit air di sumber mata air Cihampelas mulai berkurang, ” kata Budi Satria, Direktur Operasional PT PK kepada KejakimpoINews. Com ketika ditemui dikantornya, Selasa ( 16/7/2024 ) kemarin.
Musim kemarau adalah periode yang sering di tandai dengan cuaca panas dan kering yang ekstrim. Selain itu juga bisa meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan. Musim kemarau juga mengancam pasokan air bersih, pertanian, dan ekosistem alam.
Dari segi Air bersih bahwa sumber air alami seperti sungai dan danau dapat mengering ketika musim kemarau tiba, sehingga mengancam pasokan air bersih bagi masyarakat. Dan dari pangan, pertanian terganggu karena mengalami kekeringan dan kekurangan air yang menyebabkan krisis pangan dan ketidakstabilan ekonomi. Begitu juga dari ekosistem alam, dari kebakaran hutan dan lahan kondisi kering dapat meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan. Dan dari kebakaran ini dapat merusak lingkungan, mengancam nyawa, dan mengganggu kehidupan sehari – hari.
Indonesia sebenarnya memiliki wilayah perairan yang lebih besar dibandingkan daratanya. Sungguh miris jika negeri maritim ini sampai mengalami krisis air dari tahun ketahun. Dan jika kita telisik lebih jauh ternyata ada yang salah dalam pengaturan dan pengelolaan sumber daya air ini. Dengan demikian, Indonesia wajib memiliki visi politik SDA yang orientasinya untuk kemaslahatan rakyat.
Visi yang wajib diwujudkan oleh Indonesia Adalah mengembalikan kepemilikan SDA pada rakyat, karena ini terkatagori milik umum, seperti laut, danau, sungai, dan air. Sabda Nabi SAW,” Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” ( HR. Abu Dawud dan Ahmad ).
Dalam Islam, penguasa diberikan hak untuk mengelola SDA saja bukan untuk dimiliki atau bahkan untuk dijual. Sementara hasil dari pengelolaannya diserahkan kembali pada rakyat untuk kemashlahatanya.
Selanjutnya SDA dikelola secara langsung oleh Negara mulai dari proses produksi sampai distribusi air. Negara harus mengawasi mulai dari peningkatan kualitas air dan penyaluran air bersih melalui industri perpipaan pada masyarakat. Sehingga pemanfaatan air bersih bisa berjalan lancar dan bisa dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh.
Dan tidak lupa untuk memelihara konversi lahan hutan dan rehabilitasi yang dilakukan Negara agar daerah resapan air terjaga dan tidak hilang. Masyarakat di edukasi agar menjaga lingkungan serta bersama – sama, hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan, serta sangsi yang tegas terhadap para pelaku kerusakan lingkungan oleh Negara.
Inilah solusi yang diberikan Islam untuk mengatasi bencana kekeringan dan krisis air akibat dari salah tata kelola SDA. Sistem Kapitalisme membuat kehidupan manusia sengsara, dan kerusakan lingkungan semakin meluas yang berakibat perubahan iklim ekstrem dan bencana kekeringan.
Solusinya hanya bisa diwujudkan dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam bingkai Negara. Sehingga, umat manusia dapat merasakan kesejahteraan.
Wallahu a’lam bi ashshawab.
