Pewarta : Awing
Kab. Jeneponto – Panwascam Arungkeke melaksanakan sosialisasi pemilih partisipatif yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan yang terdiri dari kalangan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan para kepala desa, Rabu (21/08/2024), di Cafe Primer, Jalan Kelara, Kelurahan Empoan Kota, Kec.Binamu, dengan pemateri, Dr. Sampara Hali.
Selain itu tampak hadir Camat Arungkeke, Alamsyah, SE., MM bersama jajarannya, Kapolsek Arungkeke, Muh Ali Akbar, Danramil Arungkeke, Marsuki dengan menghadirkan pemateri, Dr Sampara Hali, Ketua Bawaslu Kab. Jeneponto, Eric Fhatur Rahman, Panwascam Arungkeke, M.Hasan, S.Ag., M.Ap, Kordiv SDM, Saharuddin Lolo, Kordiv HP2H, Ulfa Sriwahyuni dan Kordiv P3S.
Sambutan Ketua Panwascam Arungkeke, Hasan, S.Ag., M.Ap memandang perlu ada kerja sama dengan tokoh masyarakat, pemuda dan semua elemen yang ada di Arungkeke, termasuk dengan TNI-Polri dalam mengedukasi masyarakat, baik tentang pendataan maupun amannya pemilih.
“Apakah masyarakat pemilih sudah terdaftar semuanya, karena masih kita butuhkan perbaikan pendataan di DPS,” ujarnya.

Sementara Camat Arungkeke Alamsyah menyampaikan, perlu menjaga keharmonisan dalam Pemilukada Serentak, sehingga tercipta kondisi aman dan damai.
“Semoga masyarakat tidak terpropokasi oleh issue – issue yang bisa merugikan kita semua dan kepada para kepala desa, diminta untuk bisa mengamankan masing – masing wilayahnya agar kondusif,” tegasnya.
Dikesempatan yang sama, Eric Fhatur Rahman A.Md.Kom, Ketua Bawaslu, Kordiv HP2H Kab.Jeneponto mengangap perlu adanyanya sergitas semua sthecolder, baik saat pendataan maupun dalam menampung informasi masyarakat yang bisa dijadikan bahan evaluasi.
Ditegaskan, kalau dalam pendataan DPS ada ketidakcocokan, baik nama, alamat dan data diri lainnya, harus segera diperbaiki, jangan coba – coba sengaja menghilangkan nama pemilih, itu otomatis akan kena hukum pidana.
“Tujuan utama kita tidak ada lain, bagimana cara bekerja sama dengan masyarakat, disamping ada Danmil, Kapolsek, agar Pemilukada Serentak ini, khususnya di Kec.Arungkeke berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.
Pemateri Dr. Sampara Khalik, S.Pd., S.Hi menyampaikan tentang sejumlah pelanggaran yang dilakukan oknum PNS yang membrending mobil, menurutnya itu tidak perlu terjadi.
“Banyak pelanggaran terjadi yang dilakukan oknum ASN, yang dianggap bisa merugikan calon lainnya, padahal itu belum masuk tahapan, seharusnya ini tidak terjadi, karena bisa memicu tidak stabilnya keamanan dilapangan,” ucapnya.
Ia menduga, hal itu dilakukan oknum ASN karena takut kehilangan jabatan dan ingin menunjukan beraniannya tanpa melihat aturan – aturan yang dapat merugikan dirinya sendiri.
