Kapitalisme Mengabaikan Masalah Gaza

0
200

Oleh : Sumiati

Dilansir dari ANTARA (25/08/2024),  bahwa pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengatakan, kalau pasukan zionis Israel telah mengubah “Zona kemanusiaan aman” di jalur Gaza menjadi tumpukan puing-puing dan abu, serta menyisakan hanya 9,5 persen wilayah yang disebut “zona aman”. Awalnya zona tersebut meliputi 230 kilometer persegi atau 63 persen dari total wilayah Gaza, termasuk lahan pertanian dan fasilitas komersial, ekonomi, dan layanan yang tersebar di wilayah seluas 120 kilometer persegi. Ukuran zona aman tersebut semakin menyusut drastis akibat serangan yang terus berlanjut.

Pengurangan zona aman terus berlanjut  seiring dengan terusnya serangan Israel hingga hanya menyisakan 3,5 persen dari area pertanian, layanan dan komersial, namun kemudian ruang tempat warga sipil berlindung dipersempit.

Hal itu semakin memperburuk keadaan warga sipil Gaza, mereka tidak memiliki tempat untuk melarikan diri dari kekerasan zionis. Mereka juga semakin sulit mendapatkan bahan makanan, obat-obatan, dan air bersih.

Serangan yang terjadi sejak Oktober tahun lalu telah menewaskan warga Palestina  mencapai lebih dari 40.200. korban luka-luka lebih dari 93 ribu orang yang sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

Meskipun kondisi Gaza begitu mengkhawatirkan tapi tidak ada sedikitpun rasa kemanusiaan dari zionis Israel, bahkan Israel menolak gencatan senjata. Sikap keras kepala Israel ini akan semakin memperbesar jumlah korban.

Yang lebih miris lagi sikap negeri-negeri muslim disekitar Gaza seperti Arah Saudi, Mesir dan yang lainnya seolah enggan memberikan bantuan militer untuk melawan Israel. Mereka seakan membisu dan menutup mata dengan kondisi seimannya. Padahal kaum Muslim bersaudara layaknya satu tubuh.

Diamnya negeri-negeri Islam ini membuktikan bahwa sistem kapitalisme yang bercokol saat ini sungguh jahat. Ketidakpedulian mereka terhadap Gaza telah membuktikan bahwa sistem kapitalisme melahirkan sikap individualis yang hanya mementingkan diri sendiri. Begitu pula para pemimpin muslim mereka hanya sekedar mengecam tanpa memberikan tindakan yang bisa membantu Gaza. Adapun bantuan yang mereka lakukan hanya sebatas pada kemanusiaan, padahal yang dibutuhkan oleh Gaza bukan sekedar itu melainkan yang lebih tinggi dari itu. inilah bukti sistem kapitalisme yang abai terhadap masalah Gaza.

Dalam Islam masalah Gaza adalah masalah besar karena masalah ini adalah perang ideologi, yaitu ideologi kapitalisme dengan ideologi Islam. Namun sayangnya ideologi Islam belum diemban  dalam sebuah negara hanya baru diemban oleh sebagian individu saja. Kalau ideologi Islam sudah diemban oleh negara tentu masalah Gaza akan bisa diselesaikan. Negara yang mengemban ideologi Islam adalah khilafah. Dengan politik luar negerinya, khilafah akan menjadi perisai bagi kaum muslim. Sebagaimana apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para Khalifah setelahnya. Karena pemimpin dalam Islam mempunyai tanggung jawab melindungi rakyatnya dari berbagai  ancaman. Wallahu’alam bishshawab