OPINI/Artikel

Mau Dibawa Kemana Generasi Remaja Kita??

adminsigiku.com
×

Mau Dibawa Kemana Generasi Remaja Kita??

Sebarkan artikel ini

Oleh : Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)

Kenakalan remaja semakin hari semakin marak, peredaran miraspun kian hari kian marak, dan hal ini meresahkan masyarakat. Baru baru ini dikeluhkan oleh Warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
Pada Jumat, 13 September 2024 warga menyampaikan keluhan mereka saat Jumat Curhati.
Disampaikan Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, warga mengeluhkan Remaja yang sering nongkrong sampai larut malam yang tentu saja membuat mereka berpotensi terlibat dalam kegiatan kriminal, baik itu perkelahian sampai pesta minuman keras.

Tingginya kasus kenakalan remaja semakin memperlihatkan bahwa generasi muda bangsa ini semakin terlihat kerusakannya.
Masa remaja yang seharusnya dilalui dengan banyak belajar dan mencoba hal-hal baru yang positif, sehingga akan menghasilkan banyak prestasi yang bisa diraih, namun mirisnya ketika kita saksikan usia remaja yang begitu kuat dan pemberani tapi kekuatan dan keberanian mereka justru digunakan untuk hal-hal negatif seperti tawuran, ikut gang motor yang meresahkan, juga banyak kenakalan lainnya. Remaja yang memiliki rasa penasaran yang tinggi, justru mereka luapkan dengan mulai mencoba-coba hal-hal baru seperti minum minuman keras dan narkoba.
Keadaan yang membuat para remaja semakin terpuruk ini bukanlah suatu kebetulan. Tentu ini menjadi masalah lama yang tidak pernah terselesaikan hingga akarnya.

Racun sekularisme dan juga liberalisme ternyata menjadi penyebab utamanya.
Dengan dijauhkannya agama dari kehidupan ini tentu membuat remaja semakin jauh dari rasa takut kepada Allah SWT. Alhasil mereka tidak ingin hidup dan pergaulan mereka diatur oleh aturan-aturan Allah dan merekapun tidak pernah meyakini bahwa apa yang sudah mereka lakukan akan dimintai pertanggungjawaban.
Begitupun dengan racun liberalisme. Dimana kondisi saat ini telah menggeser nilai-nilai budaya yang berdasarkan pada agama dan menggantinya dengan budaya yang berpijak pada kebebasan. Ini membuat para remaja ingin menikmati hidup sebebas-bebasnya demi eksistensi dan kesenangan mereka saja.
Padahal disampaikan di sebuah hadist Rasulullah SAW :
“Ada tujuh (golongan orang beriman yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah di bawah naungan-Nya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabb-Nya.”(HR.Bukhari).

Maka, untuk menyelamatkan generasi para remaja dari kenakalan yang tidak kunjung selesai ini, harus ada kerjasama juga berjalannya peran dari semua pihak.
Tidak cukup mereka hanya diberi peringatan, dilakukan razia, untuk membuat mereka jera namun sementara.
Mendidik anak-anak adalah tugas orang tua. Bagaimana caranya orang tua mampu menjadikan mereka menjadi individu yang taqwa, yang takut kepada Allah dan hidupnya mau diatur oleh aturan-aturan Allah. Namun, dalam islam, tanggung jawab mendidik anak-anak terkhusus remaja nyatanya tidak hanya cukup pada orang tua saja, melainkan juga harus ada peran pada masyarakat dan negara. Namun mirisnya, sikap individualis di masyarakat kita terpampang jelas saat ini. Padahal untuk menjaga pertumbuhan generasi diperlukan masyarakat yang peduli.

Jika kita menemukan anak remaja yang melanggar norma, membuat keresahan di masyarakat , masyarakat harus langsung melakukan amar makruf nahi mungkar. Mengingatkan dan mencegah mereka untuk tidak terus larut dalam kenakalannya.

Selain itu peran negara juga sangat penting dan dibutuhkan. Dimana Negara memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan arah pandang pendidikan yang benar.
Dengan kita melihat pendidikan yang berlaku saat ini, rasanya banyak yg kurang bahkan salah.

Pendidikan yg dijauhkan dari agama, yang padahal pendidikan dan bimbingan agama sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian, pola pikir dan pola sikap yang berlandaskan islam. Sehingga anak remaja tidak akan lagi melakukan aktivitas yang justru merugikan dirinya sendiri juga orang lain.

Negara seharusnya berkewajiban memberikan pendidikan berbasis aqidah islam yang berperan penting melahirkan generasi berkualitas yang faham akan nilai-nilai moral, agama juga akhlak.
Negara pun wajib menyaring segala informasi yang dapat merusak generasi remaja kita, karena dengan adanya kemudahan mengakses segala konten2 yang merusak seperti konten video porno, konten kekerasan , kemudahan dalam membeli miras, ataupun tayangan berbau hedonis yang itu mudah ditiru, diikuti yang akhirnya semakin menjauhkan generasi dari jalan yang seharusnya.
Maka, Ketika semua pilar ini berjalan sesuai dengan fungsinya, generasi remaja akan selamat dari buruknya kenakalan, pergaulan negatif yang akan semakin memporak porandakan generasi kita.

Walahualambissawab