Rembug Stunting IKWI Kabupaten Bandung Langkah Nyata Atasi Krisis Gizi

0

Oleh : Susi Trisnawati

Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) cabang Bandung bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar acara sosial dalam rangka HUT RI yg ke- 79 mengusung tema seputar penanganan dan pencegahan stunting yaitu Gerakan Generasi Merdeka Stunting. Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menanggulangi masalah kesehatan yang krusial bagi masa depan generasi muda.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun). Kondisi ini menyebabkan tinggi badan anak berada di bawah standar yang sesuai dengan usianya. Stunting tidak hanya mempengaruhi fisik anak, tetapi juga perkembangan otak dan kognitifnya. Stunting, menjadi salah satu fokus utama. IKWI Bandung dan Pemkab Bandung berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat, serta meningkatkan akses gizi dan pelayanan kesehatan yang lebih baik, guna menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan.

Ketua IKWI Kabupaten Bandung Yeni Herlina mengatakan sebagaimana tugas dan fungsi kami selaku insan media ingin turut berpartisipasi berkontribusi nyata dalam mempercepat penurunan stunting. Kegiatan ini pertama kali di gelar di IKWI Jawa Barat, dengan mengundang 100 peserta yang terdiri dari ibu menyusui dari balita berpotensi stunting, juga para kader posyandu, para peserta mendapatkan bantuan dari Bupati Bandung Dadang Supriatna berupa Pemberian Makanan Tambahan, paket sembako, beras FortyVit untuk pertumbuhan balita melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan dan perikanan.

Sungguh miris di negara yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, tapi karena salah urus mengakibatkan masyarakatnya terkena stunting. Karena asupan gizi yang tidak memadai ibu hamil yang kekurangan gizi, kurangnya asupan makanan bergizi pada anak, atau pemberian makanan yang tidak seimbang, juga akses sanitasi yang buruk dan kurangnya akses terhadap air bersih bisa meningkatkan risiko penyakit yang menghambat penyerapan nutrisi. Di tambah kondisi sosial ekonomi, keterbatasan ekonomi menyebabkan keluarga kesulitan menyediakan makanan bergizi yang cukup.

Kemiskinan adalah persoalan yang tidak akan pernah dapat diselesaikan oleh sistem hari ini. Ini karena sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan hari ini lahir dari lemahnya akal manusia. Sistem kapitalisme juga menjadikan kekayaan terkonsentrasi pada segelintir elite saja. Mayoritas rakyat yang tidak memiliki kekuatan akan tersendat kebutuhan hidupnya. Inilah musabab listrik, air, pangan, kesehatan, pendidikan, dan seluruh kebutuhan hidup menjadi sulit diakses warga secara merata dan adil.

Sistem kapitalis tidak pernah sedikit pun melirik pada syariat Islam, padahal yang paling mengetahui yang terbaik bagi makhluk-Nya adalah Sang Pencipta manusia dan alam raya, yaitu Allah Taala. Stunting yang makin genting akibat kemiskinan ekstrem adalah buah penerapan sistem ekonomi kapitalisme, sistem yang melahirkan kebebasan kepemilikan dan abainya negara korporatokrasi dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.

Oleh karenanya, menyelesaikannya harus dengan mengganti paradigma sistem kapitalisme menjadi sistem ekonomi Islam yang diterapkan secara dalam bingkai Khilafah Islamiah. Dengan demikian, akan tercipta masyarakat sejahtera dan anak-anaknya pun tercukupi gizinya. Inilah yang jaminan terlahirnya generasi cemerlang yang siap memimpin peradaban Islam yang gemilang. Wallahu’alam bishshawab.