Budaya dan Generasi Muda Sebagai Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045

0
441

Pewarta : Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sentul – Sebagai Negara besar yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan antargolongan, Indonesia memiliki cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045 dengan visi “Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.”

Dalam upaya mencapai tujuan besar tersebut, seluruh elemen bangsa perlu berpartisipasi aktif dalam mengoptimalkan peran dan aktivitas masing-masing. Kolaborasi yang sinergis akan menjadi katalisator dalam pembangunan nasional.

Hal ini disampaikan oleh Rd. Artdeansyah Utama Dilaga, S.E., M.H., M.A., bagian dari keluarga Karaton Sumedang Larang, dalam wawancara pada Sabtu (19/10). Menurutnya, generasi muda menjadi elemen penting dalam keberlangsungan bangsa.

“Bicara generasi muda sama dengan bicara tentang jangka panjang suatu bangsa. Sehingga kualitas dari generasi muda tersebut menjadi hal yang utama,” tegasnya

Namun, Aom Dean dengan sapaan akrabnya menyoroti adanya tantangan besar dalam menjaga kualitas generasi muda saat ini. Ancaman degradasi budaya, menurutnya, berpotensi melahirkan krisis identitas dan karakter pada generasi muda, yang dapat membentuk individu yang nirmoral, tidak berprinsip, dan mudah terpengaruh isu-isu liar.

“Oleh karena itu, penguatan budaya dan kearifan lokal harus hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, agar generasi muda memiliki dasar pertimbangan dalam setiap keputusan yang diambil,” tambahnya

Dalam kesempatan tersebut, pria yang meraih gelar Master of Arts di bidang Conflict Resolution dari Massachusetts, Amerika Serikat ini, juga menekankan pentingnya falsafah Sunda “Tilu Tangtu” sebagai panduan dalam membentuk generasi muda berkualitas.

“Pemikiran Tilu Tangtu, yaitu Teteg, Ucap, Lampah, menggambarkan komitmen seseorang yang selaras antara hati, ucapan, dan tindakan. Selain itu, konsep Naluri, Nurani, Nalar memberikan pedoman dalam pengambilan keputusan. Ketika kedua prinsip ini diterapkan dalam kehidupan, akan tercipta generasi yang berkomitmen, berpikir dengan naluri, bertindak dengan nurani, dan dijaga oleh nalar,” jelasnya

Dengan penuh keyakinan, Aom Dean menutup pernyataannya dengan menggarisbawahi pentingnya memperkuat budaya di kalangan generasi muda, yang akan menjadi aktor utama dalam menjaga keberlangsungan bangsa dan bersama-sama mencapai Visi Indonesia Emas 2045.

“Esok adalah milik kita, dan masa depan adalah milik anda, seluruh generasi muda Indonesia,” tutupnya dengan optimisme