OPINI/Artikel

Lanjutkan Kurikulum Merdeka

adminsigiku.com
×

Lanjutkan Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Transformasi kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka, normal dan wajar. Mengapa? Rentang 10 tahunan, wajar terjadi perubahan kurikulum. Tentu saja diera disrupsi kurikulum bisa berubah lebih cepat, tidak harus melintasi 10 tahunan.

Lebih terlalu cepat dan tak normal bila kurikulum merdeka 2024 yang baru diterapkan sejak 2021 oleh sekolah penggerak angkatan pertama, diubah lagi karena ada menteri baru. Perubahan ini sangat tak mungkin, kecuali dengan beberapa perbaikan.

Hal yang sangat mungkin adalah Lanjutkan Kurikulum Merdeka. Tentu saja dengan implementasi yang terus direvisi. Terus diimplementasi sesuai dengan tuntutan realitas anak didik.

Jangan sampai kurikulum itu menjadi “branding” Sang Menteri. Ganti menteri, ganti kurikulum, tidak demikian. Kurikulum sejatinya menjadi tuntutan anak didik. Kurikulum bukan untuk guru, tapi untuk anak didik.

Hal yang lebih benar adalah ganti zaman, ganti kurikulum. Kurikulum boleh diganti demi tuntutan zamannya dunia anak didik. Kurikulum, guru dan segala yang ada di dunia pendidikan adalah untuk anak didik.

Hal lain mengapa kurikulum merdeka perlu dilanjutkan? Pertama secara esensi dan visi, kurikulum ini membawa niatan baik “memerdekakan” dunia pendidikan kita yang masih banyak kekurangan.

Kedua hampir semua sekolah sudah mulai mengenali dan melaksanakan kurikulum merdeka. Guru penggerak, sekolah penggerak dan fokus lahirnya Profile Pelajar Pancasila sudah mulai membumi.

Ketiga, akan sangat tak elok di mata anak didik, orangtua dan guru bila kurikulm diganti lagi. Akan ada anggapan “ada yang tak beres” dengan kementerian pendidikan kita. Bila berlanjut dianggap harmoni dan memperbaiki kekurangannya saja.

Banyak alasan lainnya mengapa kurikulum merdeka harus dilanjutakan. Jangan korbankan anak didik hanya karena masih ada kekurangan dari kurikulum merdeka dan tren ganti menteri ganti kurikulum.

Amati, refleksi, benahi. Nadiem Makarim sudah memberi spirit Merdeka Belajar dengan kurikulum merdekanya. Tinggal amati lebih jauh, refleksi lebih dalam dan benahi lebih implementatif sesuai kebutuhan anak.