Miris, Disaat Kota Tasik Defisit Anggaran, Pejabat dan Staf Bappelitbangda Ramai Ramai Piknik ke Thailand ?

0
334

Keterangan Foto : Salah satu tempat wisata unggulan di negara Thailand yang sering dikunjungi wisatawan

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, (Kota Tasikmalaya),-Disaat Anggaran Pemkot Tasikmalaya sedang mengalami Defisit, beredar kabar sejumlah Pejabat dan staf Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya berbondong bondong piknik ke Negeri Gajah Thailand.

Padahal PJ Walikota Tasikmalaya selalu berkata dan menyerukan kepada masyarakat agar bisa menarik orang orang luar untuk berkunjung dan bisa beristirahat di Kota Tasikmalaya. Sehingga perputaran ekonomi dimasyarakat serta potensi pajak bisa di dongkrak.

Namun apa yang terjadi saat ini berbalik dari kenyataan, hampir tiga puluh lebih pejabat dan staf Kantor Bappelitbangda yang dikomandoi Kepala Badan malah tidak mengindahkan seruan atasannya PJ Walikota, mereka tidak memberikan contoh dengan berbondong bondong “healing” ke Thailand.

“Ini jelas memberikan contoh kurang baik, disaat Pemkot Tasikmalaya sedang mengalami Defisit anggaran, ini malah menghamburkan uang yang sama sekali tidak jelas urgensinya apa, masih bagus membawa kepentingan kota tasik, lah ini malah piknik di saat kerja. Tentu ini harus dipertanggungjawabkan didepan publik dan di mata hukum atau pihak yang berwenang,” ujar Ardiana Nugraha Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya kepada Koran Sinar Pagi, Rabu (20/11/2024).

Lebih lanjut Andri berharap, agar pihak APH seperti kepolisian, kejaksaan bahkan kalau perlu KPK harus turun tangan dalam hal ini melakukan penyelidikan lebih lanjut berkenaan dengan sumber anggaran yang dipakai, siapa saja orang yang ikut, apakah hanya ASN atau mungkin ada pihak luar yang ikut juga, dan tentunya ini yang harus ditracking dengan benar dicari tau sampai ke akar-akarnya, kata Ardiana dengan dengan nada tegas.

Menurutnya, apa yang jadi persoalanya kini sudah jelas, korupsi itu tidak hanya tentang uang, namun waktu kerja digunakan untuk berpiknik ria disaat defisit melanda itu adalah suatu masalah yang nyata dan jangan dianggap biasa.

“Ingat bahwa Mereka digajih dari pajak yang dibayarkan rakyat itu untuk bekerja, bukan untuk berpiknik ria. Clear,” imbuhnya.

Bahkan dirinya bersama para mahasiswa dan atas nama rakyat Kota Tasikmalaya tentunya sangat kecewa untuk kesekian kalinya dengan kegiatan healing Bapelibangda tersebut.

Saat ini, Mahasiswa tentunya akan menunggu bagaimana tanggapan seperti ketegasan dari seorang pimpinan daerah (PJ Walikota), apakah akan tegas atau malah membiarkan bahkan melindungi, jangan sampai dugaan kuat publik bahwa ada variable kepentingan lain diluar dari pekerjaan itu nyata adanya, seperti yang sering dibicarakan di warungkopi dikalangan para aktivis dan politisi bahwa ada tarikan kepentingan pilkada di ruang birokrasi, ucapnya.

Kalau mau piknik seharusnya ke lorong ka tasik dong, sebagaimana yang sering di gembar-gemborkan PJ walikota yang itu dirasa sebagai icon bahkan karya yang paling di banggakanya. Destinasi wisata di kota-kota thailand lewat pokoknya, sindirnya.

“Kami sadar bahwa Piknik adalah hak segala bangsa, maka oleh sebab itu melakukan piknik pas disaat waktu kerja adalah goblok namanya,” pungkasnya. (***)