Oleh: Emy (Ibu Rumah Tangga).
Dalam konferensi tingkat tinggi G20 di Brazil, 18-19 November,
Presiden Prabowo Subianto menyerukan pengentasan kemiskinan. Berikut point’ isi pidato presiden dan deklarasi para pemimpin negara dalam konferensi tersebut. Masalah kemiskinan dan kelaparan dapat mempengaruhi pembangunan dan agenda transisi negara-negara berkembang.
Pentingnya kolaborasi global untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Diperlukan komitmen bersama untuk mengurangi suhu iklim dan menyelamatkan lingkungan guna mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan. Visi dan upaya Indonesia mencapai net zero emission sebelum 2050. Seruan damai dan gencatan senjata terkait konflik internasional yang sedang berlangsung.
Sesuatu yang sangat merumitkan, ketika pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Masalah kemiskinan yang terjadi adalah kemiskinan struktural yaitu kemiskinan yang dialami oleh masyarakat tertentu. Sungguh miris dinegeri yang berlimpah sumber daya alamnya, dan terkenal dengan kata “Gemah ripah loh jinawi” tetapi kenyataannya hanya selogan belaka. Masih banyak rakyat Indonesia yang miskin bahkan kelaparan. Inilah buah dari sistem ekonomi kapitalisme segala kekayaan negara diserahkan kepada swasta yang mempunyai modal besar, sementara rakyat kecil tetap dalam keadaan miskin tidak ada kesempatan untuk memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah.
Dimana peran negara pada saat rakyat membutuhkan periayahan yang benar-benar memperhatikan sandang pangan dan papan rakyatnya. Dalam hal ini buruknya tata kelola masalah pengentasan kemiskinan dinegeri ini. Sering sekali pembagian BLT dan bantuan-bantuan lain yang tidak tepat sasaran dan tidak transparan, masalah itu menambah rumit persoalan. Mengharapkan kesejahteraan dalam sistem kapitalisme adalah sesuatu yang mustahil, jika ada masyarakat yang sejahtera hanyalah masyarakat kelas-kelas atas saja, sedangkan rakyat kelas bawah terus bergelut dengan kemiskinannya. Inilah sifat asli sistem kapitalisme, pada saat rakyat menjerit dengan masalah ekonomi justru pemerintah malah menaikan harga-harga kebutuhan pokok. Rakyat semakin tercekik sementara para kaum kapitalis yang paling diuntungkan.
Selama negeri ini mengadopsi sistem ekonomi kapitalis, tidak akan mampu memberikan solusi masalah kemiskinan. Hanya sistem ekonomi Islamlah yang mampu menuntaskan masalah ini. Ekonomi Islam berbasis pada kemaslahatan umat, dan tidak pernah keluar dari batasan syari’at Islam. Dalam sistem ekonomi Islam, kepemilikan umum haram dikuasi oleh individu dan alhasil kebutuhan umat akan terpenuhi dan kesejahteraan masyarakat akan dapat terwujud. Oleh karena itu sudah saatnya kita kembali kepada aturan-aturan Allah Swt, yang akan membawa keselamatan dan keberkahan didunia dan akhirat kelak.
Wallahu alam Bisshowab.
