Oleh : Emy (Ibu Rumah Tangga)
Polisi menggerebek Pabrik narkoba jaringan Internasional di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. “Pembuatan narkoba ini terhubung dengan jaringan Malaysia -Indonesia, ” ujar Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Irjen Pol Asep Edi Suheri, kamis (12/12/2024). Pabrik itu berpotensi disebuah rumah mewah di Kelurahan Lengkong. Pada Rabu (11/12/2024) siang, polisi menggeledah rumah tersebut. Dalam penggeledahan polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain narkoba siap edar. berupa 7.333 sachet serbuk happy water, 494 botol liquid ukuran 20 mililiter.
Bahan baku dan peralatan produksi juga turut disita antara lain, pil mengandung zat MDMA (95 butir hijau dan kuning), mesin mixer, alat pengemasan, hingga uang tunai Rp 75 juta. “Dengan nilai barang bukti yang mencapai Rp 650 miliar, kami berhasil menyelamatkan lebih dari 9 juta jiwa dari ancaman narkoba. Khususnya jenis happy water dan liquid narkotika,” tutur Wakaberaskrim Polri Irjen pol Asep Edi Suheri.
Belum lama ini viral digerebeknya jaringan narkoba yang biasanya kejadian itu kita dengar hanya lewat media, tetapi sekarang kejadiannya fakta didepan mata, yaitu berada diwilayah lingkungan kita sendiri. Jelas kejadian itu membuat resah khususnya para penduduk setempat. Kasus ini menjadi ancaman bagi kita, terutama para generasi yang khawatir akan terjerumus narkoba. Apalagi Indonesia terkenal salah satu peredaran narkoba terbesar di dunia. Indonesia sebagai tempat strategis jalur peredaran narkoba antara laut dan darat, sehingga banyak kapal asing yang tertangkap dalam penyelundupan dan pengedaran narkoba.
Peredaran narkoba di negri ini sungguh memprihatinkan, bahkan sudah dilevel darurat narkoba. Pengguna narkoba dari hari ke hari terus mengalami peningkatan yang drastis, mulai dari masyarakat menengah kebawah, para artis sampai kepejabatpun mengonsumsi barang haram ini. Kasus narkoba sudah menjadi hal yang biasa dalam sistem sekuler ini, karena agama dipisahkan dalam kehidupan sehingga untuk berbuat sesuatu tidak disandarkan pada halal dan haram. Disamping itu bisnis narkoba akan dimanfaatkan oleh kaum kapitalis yang jelas-jelas bisnis haram ini akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi mereka, tidak peduli dampak negatif yang akan merusak akhlak dan pemikiran terutama pada remaja. Walhasil para remaja tumbuh dalam jeratan narkoba dan jauh dari apa yang diharapkan sebagai generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia.
Oleh sebab itu, keluarga terutama orang tua harus berfungsi sebagai madrasah, menanamkan akhlak dan akidah yang kuat, serta menjadi benteng bagi anak-anaknya. Disamping itu, tentunya peran negara sangatlah penting, sangsi yang diberikan kepada para pengedar dan pengguna narkoba haruslah tegas sehingga akan memberikan efek jera. Dinegara ini, pengguna kadang hanya diberikan sangsi rehabilitasi saja tanpa sangsi yang tegas.Oleh sebab itu, tidak jarang setelah bebas akan mengulangi perbuatan yang sama. Dalam Islam, pengguna ataupun pengedar sama perbuatan yang melanggar hukum Allah. Maka negara akan memberikan sangsi yang tegas yang sesuai dengan hukum yang telah ditentukan, sehingga akan memberikan efek jera kepada pengedar ataupun pemakai narkoba.
Maka dari itu, sesuatu yang mustahil untuk mewujudkan perubahan jika kita masih mengadopsi sistem kapitalis sekuler dimana agama masih dipisahkan dari kehidupan. Yang ada hanya azas manfaat saja yang ada dalam benak mereka, dan jauh dari memikirkan nasib generasi yang akan datang. Oleh sebab itu sudah saatnya kita beralih pada sistem Islam, yang akan memberikan solusi semua permasalahan umat termasuk kasus narkoba ini. Karena negara dalam Islam akan menerapkan semua aturan Islam, sehingga akan terwujud ketakwaan individu dan masyarakat.
Wallahu alam Bisshowab











