OPINI/Artikel

KDM Akan Pasang TNI dan Polisi di Sekolah

4
×

KDM Akan Pasang TNI dan Polisi di Sekolah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Menarik pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait rencana akan menghadirkan TNI dan polisi di sekolahan. Apa yang disampaikan KDM biasanya terbagi dalam dua respon publik.

Ada respon optimis positif, ada pula respon pesimis negatif. Inilah dinamika respon entitas manusia yang wajar dan alamiah. Sudut pandang dan kedekatan kadang menjadi bagian dari realitas respon.

Mengapa KDM akan menjadikan TNI dan polisi sebagai pendamping di jenjang SLTA? Apa peran pendampingan TNI dan polisi di sekolah? Apa fungsi mereka?

Bagi KDM penting sekali Revolusi Berpikir Pendidikan (RBP). Termasuk menjadikan TNI dan polisi sebagai pendamping semua sekolahan SLTA.

Tugas TNI dan Polisi diantaranya adalah : 1) penguatan disiplinitas anak, 2) penguatan psikomotorik (berdiri, jalan, dan bersikap) dan 3) menghilangkan geng motor dan tawuran.

KDM akan memberi tekanan pada setiap orangtua di sekolahan. Orangtua akan “diambilalih” perannaya bila tak mampu mendidik anak dan kerjasama dengan pihak sekolah.

Anak bandel pelaku tawuran akan diambil alih pendidikannya oleh provinsi. Ini agak mirip di beberapa negara luar. Setiap anak adalah masa depan negara, bukan keluarga lagi. Anak milik negara, bukan keluarga yang bermasalah.

Tawaran KDM terkait anak anak pelaku tawuran adalah: akan ada mirip wajib militer. Anak “ABK” dimiliterisasi oleh pendampingan TNI, nampaknya demikian. Agar mereka berubah menjadi lebih disiplin dan berkarakter.

Nah bagimana rencana pada gurunya? KDM mengatakan, “Kepala dinas pendidikan harus punya daftar guru berkualifikasi”. KDM akan memberi tambahan kesejahteraan bagi guru yang punya kualifikasi prestatif.

Plus akan ada upaya perlindungan profesi guru dilegasi oleh notaris (datang ke sekolah), dimulai saat PPDB. Komitmen, Tidak akan mengkriminalisasi guru bila anak terbukti bersalah

Bagi anak didik yang punya keunggulan, produksi sesuatu, memelihara ternak dll., akan diberi stimulan. Semua anak lulusan SLTP sederajat wajib sekolah jenjang SLTA.

Sahabat GTK dimana pun berada, mari kita tetap optimis. Sambut Revolusi Berpikir Pendidikan (RBP) menuju Jabar Istimewa. Semoga.