Sekolah Bahasa Isyarat Pertama di Sumedang! H. Acep Hidayat Komarudin dan Harmoni Tuli Wujudkan Pendidikan Inklusif

0
423

Pewarta : Steven Gervan 

Koran Sinar Pagi,Sumedang, – Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi penyandang disabilitas di Sumedang, H. Acep Hidayat Komarudin, anggota DPRD Kabupaten Sumedang Komisi II dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggandeng Yayasan Indowisata Global Mandiri dan Harmoni Tuli untuk menghadirkan sekolah bahasa isyarat serta pusat pelatihan soft skill.

Kerja sama ini bertujuan membangun fasilitas pendidikan inklusif bagi penyandang Tuna Daksa, Tuna Grahita, Tuna Rungu, dan disabilitas lainnya agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.

Dukung Kesetaraan Akses Pendidikan

H. Acep menegaskan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan dan dunia kerja. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada pengajaran bahasa isyarat, tetapi juga melatih keterampilan seperti wirausaha, seni kreatif, teknologi digital, hingga olahraga adaptif.

“Saya sangat mendukung inisiatif ini karena pendidikan dan pelatihan keterampilan adalah kunci kemandirian bagi penyandang disabilitas. Dengan sekolah bahasa isyarat dan pelatihan soft skill ini, mereka bisa lebih percaya diri dan berdaya saing dalam dunia kerja,” ujar H. Acep.

Yayasan Indowisata Global Mandiri, yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi, akan menjadi mitra utama dalam penyediaan fasilitas, tenaga pengajar, serta pengembangan kurikulum.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memiliki keterbatasan fisik tetap mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang membantu mereka hidup mandiri serta berkontribusi bagi masyarakat,” kata H. Acep.

Sekolah Bahasa Isyarat Segera Dibangun

Saat ini, kegiatan Harmoni Tuli berlangsung di Gedung Kreatif Center (GCC) Sumedang, dengan skema pembelajaran akademik, seni, keagamaan, olahraga, dan soft skill. Dengan kolaborasi ini, rencananya akan didirikan sekolah dan pusat pelatihan khusus dengan fasilitas lebih lengkap dan akses lebih luas bagi penyandang disabilitas di Sumedang.

Pendiri Harmoni Tuli, Nadine Nadhifah Arizalda, mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam program ini.

“Kami berharap sekolah ini segera terealisasi agar teman-teman disabilitas di Sumedang bisa mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang lebih baik. Kami juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan atau mendukung program ini, baik secara finansial maupun dalam bentuk pelatihan,” tambah Nadine.

Dengan adanya kolaborasi ini, Sumedang semakin dekat menuju masyarakat yang lebih inklusif, di mana setiap individu, tanpa memandang keterbatasan fisik, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan sukses.