Pewarta : Awing
Kab. Jeneponto – Sejumlah kepala sekolah tidak bisa lagi menahan emosi menanggapi terlalu rumitnya aturan system CMS dalam pencairan Dana Bos dari Bank BPD, hal tersebut diperparah dengan jaringan internet yang kurang bersahabat, akibatnya, banyak sekolah yang tidak dapat melakukan penggunaan dana bos dengan baik.
Dalam system CMS, pihak sekolah harus menunggu SMS masuk dari BPD, bahkan hingga saat ini ada 22 UPT yang menerima SMS, padahal sudah berkali – kali memasukkan berkas.
Salah satu Kepala Sekolah, Syaripuddin S.Pd mengaku sudah bolak balik ke bank BPD dan ke Dinas Pendidikan untuk memperbaiki data.
“Apa yang saya alami pasti sama juga dialami oleh beberapa sekolah lain, kami sangat terkendala dengan system CMS, bahkan dengan hadirnya system CMS menambah beban kepala sekolah dan bendahara dalam penggunaan dana sampai penyusunan laporan,” ucapnya.
