Pewarta : Rosita Dewi
Kabupaten Ogan Ilir – Semakin canggihnya permainan alat teknologi saat ini membuat permainan tradisional makin jarang digemari oleh anak-anak zaman sekarang, oleh karena itu dikegiatan penguatan profil pembelajaran Pancasila (P5) nya, SMPN 6 Indralaya Utara menyelenggarakan kegiatan permainan tradisional. Kegiatan tersebut sebagai bentuk untuk melestarikan permainan lama yang sudah menjadi ciri has budaya daerah Sumatera Selatan.
“Kegiatan P5 ini memang di anjurkan oleh Dinas Pendidikan, dua kali dalam seminggu, untuk harinya pihak sekolah sendiri yang menentukan, kata Kepala SMPN 6 Indralaya Utara Liva ,Spd. Saat di temui media di ruang kerjanya, Rabu (30/4/2025).
Lanjut kepsek untuk sekolahnya sendiri kegiatan P5 di selenggarakan setiap hari Rabu dan Jum’at.
“Untuk disekolah kami sendiri, kami sepakat menyelenggarakan kegiatan P5 pada hari Rabu dan Jum’at, yang mana murid – murid kami belajar tentang pembelajaran lokal atau pun tradisional. Pada kegiatan P5 hari ini kami mengadakan kegiatan P5 dalam rangka kegiatan kearifan lokal permainan tradisionaal. Seperti main ciingkling, Tandas, congklak, yeye dan ular tangga,” terangnya .
Masih katanya, Guna di adakan permainan tradisional ini agar supaya anak didik bisa lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional.
“Saat ini anak -anak lebih kebanyakan bermain permainan yang menggunakan jari,yang kurang menggunakan fisik dan tidak mengeluarkan keringat, jadi dengan di adakannya permainan tradisional dalam kegiatan P5 ini saya berharap anak -anak zaman sekarang bisa lebih tau dan lebih mencintai permainan tradisional has daerah kita,”ujarnya.
Dikatakanya semua pembelajaran di kegiatan P5 nantinya adakan di tampilkan pada kegiatan panen karya P5 di ujung semester akhir belajar.
Semua kegiatan yang dilakukan dan yang dipelajari akan di selenggarakan pada kegiatan panen karya di penghujung semester belajar, satu tahun sekali. Yang mana pada kegiatan panen karya pihak sekolah mengundang wali murid dan ketua komite sekolah serta Dinas Pendidikan kabupatenOgan Ilir.
“Dikegiatan panen karya tersebut semua kegiatan P5 kami tampilkan, mulai dari kegiatan P5 dibidang olahraga, pencak silat, kesenian menari hingga berbagai macam hasil olahan jenis kue yang di buat sendiri oleh siswa, dipamerkan sebagai barang dagangan mereka. Dengan belajar P5 ini anak didik kami bukan hanya belajar pembelajaran di bidang Akademik melainkan juga belajar keterampilan, seperti bank sampah, sampah plastik di daur ulang dan juga berwirausaha, sebagai modal mereka mencari rezeki di kemudian hari,” tutupnya.













