Oleh : Nia Umma Zhafran (Aktivis Muslimah)
Dilansir dari tempo.com (11/05/2025), terjadi perang India Pakistan saat India meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah di Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu pagi, 7 Mei 2025. Ujungnya Ketegangan meningkat antara India dan Pakistan.
Konflik bersenjata pada 22 april 2025, antara India dan Pakistan dimulai setelah terjadi serangan di Lembah Baisaran, Pahalgam, wilayah Kashmir yang berada di bawah kendali. Dalam insiden tersebut, sekelompok pria bersenjata menewaskan 26 orang, 25 di antaranya wisatawan dan satu lainnya penunggang kuda lokal.
India dan Pakistan telah tiga kali berperang karena sengketa Kashmir sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947. Pada puncak Perang Dingin, Uni Soviet mendukung India, sementara Amerika Serikat dan China mendukung Pakistan. Yang hari ini Perang Pakistan vs India jadi ajang ujicoba Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) China.
Militer Pakistan bisa disebut sebagai militer kaum muslimin yang paling kuat baik dari sisi tentara maupun senjatanya. Militer Pakistan sangat bisa melakukan pembelaan kepada Palestina yang terjajah, mengingat sepak terjang militer Pakistan di Dunia. Pakistan pun melakukan perang dengan India dengan isu yang sama dengan perang mereka sebelumnya (Kashmir).
Pasukan Pakistan membalas setiap serangan yang dilakukan oleh tentara Hindu radikal dan sejumlah instalasi militer yang dimiliki oleh India juga menjadi sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya apa yang selama ini tidak pernah dibayangkan oleh pemerintah India. Yang mana bisa kita saksikan adanya perlawanan.
Dalam konflik ini ada 3 poin yang memberi perhatian khusus. Pertama, bila berbicara tentang pemerintahan Narendra Modi di India, dimana dia sangat menampakkan kebenciannya terhadap Islam. Mereka berpikir tidak akan ada yang berani untuk melakukan perlawanan. Namun, apa yang terjadi saat ini pemerintah Pakistan ternyata memberikan respon membalas perlawanan.
Kedua, bagaimana pasukan Pakistan melawan, tentu kita melihat adanya sebuah harapan besar di antara hubungan yang sangat dekat antara Pakistan dengan Amerika. Ini menggambarkan seberapa besar kepentingan Amerika di Pakistan akan dijalankan oleh rezim-rezim sekuler demokratik yang ada di Pakistan. Dan Amerika sendiri sudah menyatakan bahwa Pakistan ini adalah mitra setia, mitra terpercaya dari Amerika di kawasan.
Tetapi, kita menyaksikan masih ada perwira-perwira militer dan anak-anak umat yang terpanggil oleh syariat Islam. Dan mereka menunjukkan kesatriaan mereka. Keberanian mereka mengamankan pasukannya untuk melawan apa yang dilakukan oleh tentara musyrik India.
Ketiga, jihad fisabilillah sebagai motif yang sangat mendasar yang mendorong pasukan Pakistan melawan. Hal ini menggambarkan bahwa perasaan Islam masih sangat kuat berada di pikiran umat Pakistan. Bukan hanya umat secara umum, tapi juga para tokoh dan perwira militer, mereka paham terkait jihad fisabilillah. Dimana jihad merupakan panggilan syariat, kewajiban yang diberikan oleh syariat yang merupakan puncak keagungan Islam.
Tiga poin ini adalah gambaran bahwa hari ini ada banyak sekali serangan negatif terhadap syariat Islam, khususnya terkait jihad fisabilillah yang dianggap sebagai bagian dari terorisme dan tidak layak sebuah negara yang hidup di zaman modern ini mengomando jihad. Atau membalas serangan tangan yang setara dengan mengerahkan pasukan. Sesungguhnya apa yang dicekokkan ditanamkan sebagai racun oleh para musuh Islam.
Bahwa umat Islam masih menggenggam teguh dan tidak jatuh pada tipu daya yang dibuat para musuh. Kaum muslimin, sesungguhnya kita mempunyai harapan besar seperti apa yang terjadi di Pakistan. Krisis atau perang antara India dan Pakistan yang hari ini dimediasi oleh Donald Trump untuk terwujudnya gencatan senjata justru seharusnya terus menjadi sebuah gambaran atau Panggilan untuk menunaikan jihad fisabilillah.
Jika kaum muslimin dan para perwira militer yang ada di pasukan Pakistan mereka bisa menunaikan jihad melawan India, maka bukan tidak mungkin ini akan diikuti oleh pasukan-pasukan kaum muslimin di berbagai wilayah Dunia. Dimana seruan jihad untuk menolong saudara-saudara kita di Palestina, saudara yang tertindas di Uighur, di Rohingya dan juga di Myanmar.
Semoga Allah menolong dan mengukuhkan komitmen umat untuk senantiasa meyakini bahwa syariat Allah adalah satu-satunya jalan keluar atas problem. Dan meyakini bahwa jihad fisabilillah adalah jalan untuk memuliakan kaum muslimin dan membebaskan kaum muslimin dari ketertindasan para musuh.
WalLaahu alam bishshowwab
