Workshop UPI dan Karaton Sumedang: Sinergitas Agama, Budaya, dan Seni Hadirkan Para Tokoh Inspiratif

0
450

Pewarta : Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sumedang — Sebuah workshop bertajuk “Sinergitas Agama, Budaya dan Seni” sukses diselenggarakan di Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, pada Senin (28/7).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Karaton Sumedang, dan menjadi titik temu penting bagi para ustadz, budayawan, serta seniman dalam membangun model pendidikan keagamaan yang selaras dengan budaya lokal.

Mengangkat tema “Meeting Point Model Pendidikan Keagamaan Bagi Ustadz, Budayawan dan Seniman di Kabupaten Sumedang”, workshop ini menghadirkan narasumber-narasumber ternama yang telah lama berkecimpung di bidangnya masing-masing. Mereka adalah:

– Prof. Dr. H. Syahidin, M.Pd., akademisi dan pakar pendidikan dari UPI

– R. Luky Djohari Soemawilaga, tokoh budaya dan Radya Anom Karaton Sumedang Larang

– H. Asep Santana, budayawan dan pegiat seni lokal

– Hilman Taufiq A., S.Pd., M.Pd., praktisi pendidikan dan pemerhati kebudayaan

Workshop dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari pendidik, tokoh masyarakat, hingga seniman muda.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas pentingnya pendekatan integratif dalam pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek religius, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya dan seni lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.

Acara ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara dunia akademik, budaya, dan spiritualitas dalam merumuskan strategi pendidikan ke depan, khususnya di Kabupaten Sumedang.